Pengujian Asas Kecermatan terhadap Sifat Final Putusan Putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu: Studi Kasus Putusan PTUN Jakarta No. 285/G/2024/PTUN-JKT

Authors

  • Zeno Cardenas Soerachmat Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan, Jakarta, Indonesia
  • Rafail Oseli Munthe Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan, Jakarta, Indonesia
  • Jeanlly Andarson Partogi Simanjuntak Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan, Jakarta, Indonesia
  • Arthur Fang Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jim.v5i2.2007

Keywords:

Putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, Peradilan Tata Usaha Negara, Asas Umum Pemerintahan Yang Baik

Abstract

Penelitian berjudul “Pengujian Asas Kecermatan terhadap Sifat Final Putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu: Studi Kasus Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor 285/G/2024/PTUN-JKT” dilatarbelakangi oleh adanya ketegangan antara sifat final dan mengikat putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu dengan prinsip pengawasan dalam hukum administrasi negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum sifat final dan mengikat putusan tersebut serta mengkaji pengujian asas kecermatan dan profesionalitas dalam praktik peradilan tata usaha negara. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, dengan objek utama berupa putusan pengadilan tata usaha negara terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat final dan mengikat putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu tidak bersifat absolut, melainkan tetap dapat diuji melalui peradilan tata usaha negara apabila terdapat pelanggaran terhadap asas-asas umum pemerintahan yang baik, khususnya asas kecermatan dan profesionalitas. Pengadilan menemukan adanya ketidakcermatan dalam penilaian fakta dan ketidakprofesionalan dalam penerapan tanggung jawab kolektif, sehingga keputusan yang disengketakan dinyatakan cacat hukum. Kesimpulannya, diperlukan penguatan penerapan asas kecermatan dan profesionalitas serta harmonisasi antara kewenangan lembaga etik dan mekanisme pengawasan yudisial guna menjamin kepastian dan keadilan hukum.

References

Arifatuzzahrah, F., & Hasba, I. B. (2024). Kepastian hukum putusan dewan kehormatan penyelenggara pemilu terhadap pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu. JURNAL USM LAW REVIEW, 7(1), 70–83. https://doi.org/10.26623/julr.v7i1.7997

Dalimunthe, I. S., Frinaldi, A., & Roberia. (2024). Peranan AAUPB (Azas-Azas Umum Pemerintahan Yang Baik) Dalam Terwujudnya Good Governance. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(12), 687–696. https://doi.org/https://doi.org/10.59435/gjmi.v2i12.1192

Dananjaya, A. A., & Hadi, S. (2025). Kekuatan Hukum Putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu terhadap Penetapan Calon Presiden dan Wakil Presiden. Journal Evidence Of Law, 4(1), 260–265. https://doi.org/10.59066/jel.v4i1.1052

Fahrezi, M. A., Syamsir, & Agus. (2026). HILANGNYA FINALITAS ETIK: KAJIAN KRITIS TERHADAP EKSISTENSI DKPP PASCA PUTUSAN MK NOMOR 32/PUU-XIX/2021. Limbago: Journal of Constitutional Law, 6(1), 49–66.

Fendra, H., Putri, I. A., & Ariany, R. (2022). Analisis dampak putusan Mahkamah Konstitusi terhadap etika penyelenggara Pemilu. Journal of Social and Policy Issues, 2(3), 120–129. https://doi.org/10.58835/jspi.v2i3.8

Husain, M. S. (2026). KAJIAN YURIDIS PUTUSAN DEWAN KEHORMATAN PENYELENGGARA PEMILU (DKPP) TERHADAP PELANGGARAN KODE ETIK KOMISI PEMILIHAN UMUM (KPU). Lex Crimen, 14(4).

Ismail, & Hapsoro, F. L. (2021). Paradigma makna final dan mengikat putusan dewan kehormatan penyelenggara pemilu. Justitia et Pax, 37(2). https://doi.org/10.24002/jep.v37i2.4312

Madda, S. M., Firdaus, & Mirdedi. (2022). Problematika Pengawasan Tindak Lanjut Putusan Bawaslu dan DKPP dalam Penegakan Hukum Pemilu. Jurnal Konstitusi, 19(4), 909–932. https://doi.org/10.31078/jk1948

Mukarromah, I., & Diniyanto, A. (2023). Perbedaan Penafsiran Putusan Mahkamah Konstitusi oleh Lembaga Penyelenggara Pemilu. Manabia: Journal of Constitutional Law, 3(02), 221–242. https://doi.org/10.28918/manabia.v3i02.1414

Munawaroh, N. (2025, June 20). 17 Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik dan Penjelasannya. PT Justika Siar Publika. https://www.hukumonline.com/klinik/a/17-asas-asas-umum-pemerintahan-yang-baik-dan-penjelasannya-lt62d8f9bedcda1/

Ramadhan, M. N. (2022). Eksistensi gugatan tata usaha negara terhadap keputusan tindak lanjut putusan dewan kehormatan penyelenggara pemilihan umum. Jurnal Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau, 4(1), 84–99. https://doi.org/10.55108/jbk.v4i1.93

Rizal, K., & Sudarno. (2025). Pengaruh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Dalam Keberlangsungan Pelaksanaan Pemilu Yang Jujur dan Adil. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 6(1), 13. https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3200

Santoso, L. (2016). Problematika implementasi asas-asas umum pemerintahan yang baik (AUPB) dalam eksekusi putusan PTUN. Justicia Islamica, 13(1). https://doi.org/10.21154/justicia.v13i1.519

Sensu, L., Tatawu, G., Dewa, M. J., Haris, O. K., Sinapoy, M. S., & Putra, G. B. (2023). Analisis Sifat Putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Ditinjau Dari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 32/PUU-XIX/2021. Halu Oleo Legal Research, 5(3), 857–878.

Siboy, A., & Cahyandari, D. (2022a). The Relationship between DKPP and PTUN Decisions regarding Ethical Violation by General Election Administrators. Jurnal Konstitusi, 19(3), 623–642. https://doi.org/10.31078/jk1936

Sitompul, K. R. P., Siringoringo, P., & Panjaitan, E. ML. (2022). SIFAT PUTUSAN FINAL DAN MENGIKAT DEWAN KEHORMATAN PENYELENGGARA PEMILU. Jurnal Hukum To-Ra : Hukum Untuk Mengatur Dan Melindungi Masyarakat, 8(Special Issue), 78–86.

Surawijaya. (2023). MAKNA FINAL DAN MENGIKAT PUTUSAN DEWAN KEHORMATAN PENYELENGGARA PEMILU (DKPP) (Studi Putusan Nomor 317-Pke-DKPP/X/2019 Perihal pemberhentian tetap secara tidak hormat komisioner Komisi Pemilihan Umum). JURIDICA : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Gunung Rinjani, 4(2), 22–38. https://doi.org/10.46601/juridicaugr.v4i2.224

Tio, G. T. I. (2025). Konsep Penyelesaian Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Sengketa Pemilu Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PUU-XX/2022. Jurnal Hukum Respublica, 25(1). https://doi.org/https://doi.org/10.31849/tpqwan03

Wibisena Caesario. (2025). Eksistensi dan Karakteristik Putusan Ultra Vires Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 31(3), 610–635. https://doi.org/10.20885/iustum.vol31.iss3.art6

Wijaya, S. A., & Hartati, W. (2025). Analisis Hukum Putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum dalam Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2024. Referendum : Jurnal Hukum Perdata Dan Pidana, 2(2), 78–87. https://doi.org/10.62383/referendum.v2i2.732

Downloads

Published

2026-07-17

How to Cite

Soerachmat, Z. C., Munthe, R. O., Simanjuntak, J. A. P., & Fang, A. (2026). Pengujian Asas Kecermatan terhadap Sifat Final Putusan Putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu: Studi Kasus Putusan PTUN Jakarta No. 285/G/2024/PTUN-JKT. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 5(2), 1346–1354. https://doi.org/10.38035/jim.v5i2.2007