Dilema Pengakuan Klaim Laut Natuna: Dampak terhadap Kebijakan Kelautan dan Kepentingan Nelayan Lokal
DOI:
https://doi.org/10.38035/jim.v4i5.1565Keywords:
Kebijakan Kelautan, Nelayan Lokal, Kedaulatan, Diplomasi, Laut NatunaAbstract
Penelitian berjudul “Dilema Pengakuan Klaim Laut Natuna: Dampak terhadap Kebijakan Kelautan dan Kepentingan Nelayan Lokal” bertujuan untuk menganalisis kebijakan administrasi pemerintah Indonesia dalam merespons klaim tumpang tindih di Laut Natuna Utara serta dampaknya terhadap masyarakat nelayan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis yang menelaah instrumen hukum internasional dan kebijakan nasional terkait kelautan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia menempuh langkah kombinatif berupa penguatan patroli dan pertahanan, penegakan hukum terhadap praktik penangkapan ikan ilegal, serta diplomasi bilateral dan multilateral. Kebijakan tersebut memperkuat posisi hukum dan kedaulatan Indonesia, sekaligus memberikan perlindungan kepada nelayan dari praktik pencurian ikan. Namun, kebijakan ini juga menghadirkan konsekuensi berupa pembatasan ruang tangkap, peningkatan biaya operasional, serta potensi gangguan ekologi dan diplomasi. Kesimpulannya, efektivitas kebijakan sangat ditentukan oleh penerapan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dengan melibatkan nelayan sebagai aktor utama serta dukungan inovasi teknologi kelautan untuk menjaga keseimbangan antara kedaulatan, kesejahteraan masyarakat, dan stabilitas hubungan internasional.
References
Ardila, R., & Putra, A. K. (2020). Sengketa Wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (Studi Kasus Klaim Cina Atas Laut Natuna Utara). Uti Possidetis: Journal of International Law, 1(2).
Azhari, F., Saeri, Mhd., & Olivia, Y. (2024). Respon Indonesia Atas Klaim Teritorial Tiongkok di Laut Natuna Utara 2019-2024. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 4(6).
Cintani, A. F., Santoso, B., & Cahyaningtyas, I. (2021). Upaya Pemerintah Indonesia Dalam Mengatasi Pencurian Ikan Terhadap Kapal- Kapal Asing Di Wilayah Perairan Indonesia. Notarius, 14(2), 708–722. https://doi.org/10.14710/nts.v14i2.43722
Darajati, M. R., Adolf, H., & Idris, I. (2018). PUTUSAN SENGKETA LAUT CHINA SELATAN SERTA IMPLIKASI HUKUMNYA TERHADAP NEGARA DI SEKITAR KAWASAN TERSEBUT. Jurnal Hukum & Pembangunan, 48(1), 22. https://doi.org/10.21143/.vol48.no1.1594
Deni , F., & Sahri, L. (2017). Upaya diplomasi indonesia terhadap klaim china atas zona ekonomi eksklusif indonesia di laut natuna. International & Diplomacy , 3(1).
Farras, A. N. (2023). Hubungan Interdependensi Indonesia-China di Tengah Ketegangan Laut Natuna Utara. Indonesian Perspective, 8(1), 96–120. https://doi.org/10.14710/ip.v8i1.56381
Fasyehhudin, M., Firdaus, Mega Jaya, B. P., & Yusuf, M. (2023). HAK BERDAULAT PEMERINTAH INDONESIA DALAM MEMBERIKAN PENAMAAN LAUT NATUNA MENURUT HUKUM INTERNASIONAL (LAUT NATUNA UTARA VS LAUT CINA SELATAN). Gorontalo Law Review, 6(1), 113. https://doi.org/10.32662/golrev.v6i1.2599
Gatra, S. (2025, January 31). Diplomasi upaya memanfaatkan nilai ekonomi laut natuna utara. Kompas.Com. https://money.kompas.com/read/2025/01/31/134657326/diplomasi-upaya-memanfaatkan-nilai-ekonomi-laut-natuna-utara?page=all
Ilmi, N. (2020). Dampak Penamaan Laut Natuna Utara terhadap Hubungan Bilateral Indonesia Tiongkok. Journal of International Relations, 6(4), 484.
Laksono, M. P., & Fairuzzaman, F. (2024). Menelisik Kedaulatan Indonesia di Kepulauan Natuna: Tinjauan dalam Perspektif Hukum Internasional dan Hukum Nasional. Simbur Cahaya, 31(1), 70–85. https://doi.org/10.28946/sc.v31i1.3318
Muhammad Reiza Aqilla Gunawan, Syifa Rachmatika Sukandi, Herning Pramudya, Dian Margaretha Weiha, Dinda Aulia Aristanti Herris, & Soselisa, J. F. (2025). ANALISIS IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG MARITIM DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA PERIKANAN DI LAUT NATUNA. Mantis Journal of Fisheries, 2(02), 112–121. https://doi.org/10.22437/mjf.v2i02.45938
Nando Muhammad. (2023). Strategi politik kementerian pertahanan atas konflik laut natuna utara periode 2019-2022. DEFENDONESIA, 7(1), 12–20. https://doi.org/10.54755/defendonesia.v7i1.125
Palenewen, R. J. (2013). Eksistensi garis batas landas kontinen antara indonesia dengan malaysia ditinjau dari hukum laut internasiona. Lex et Societatis, 1(4).
Panjaitan, S. (2016). Makna dan Peranan Freies Ermessen dalam Hukum Administrasi Negara. Unisia: Journal of Social Sciences and Humanities, 10(4). https://doi.org/https://doi.org/10.20885/unisia.v0i10.5165
Purwanti, E. (2021). Relevansi delimitasi perbatasan maritim dengan faktor lingkungan. Balobe Law Journal, 1(2), 76. https://doi.org/10.47268/balobe.v1i2.650
Sahputra, Y. E., & Loppies, S. N. (2025, July 30). Curhat Nelayan Resah Lihat Kapal Perang Cina Mondar-Mandir di Laut Natuna Utara. PT Tempo Inti Media. https://www.tempo.co/politik/curhat-nelayan-resah-lihat-kapal-perang-cina-mondar-mandir-di-laut-natuna-utara-2052828
Sambogo, A. (2019). Penamaan laut natuna utara oleh pemerintah indonesia dalam prespektif hukum internasional. Jurist-Diction, 1(2), 381. https://doi.org/10.20473/jd.v1i2.10787
Sandrina Dewi, & Wira Atman. (2025). Menjaga Kedaulatan Laut Natuna: Diplomasi Pertahanan Indonesia dalam Menghadapi Tekanan Tiongkok. Jurnal Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik Dan Kebijakan Negara, 2(3), 156–173. https://doi.org/10.62383/komunikasi.v2i3.492
Sara, S. N., Garnita, S., Wulansari, T., & Putri, M. I. (2023). Perspekif Hukum Intenasional Dalam Sengketa Laut Natuna: Kasus Indonesia Dan China. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(17), 584–591. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.8320611
Saragih, H. M. (2018). DIPLOMASI PERTAHANAN INDONESIA DALAM KONFLIK LAUT CHINA SELATAN. Jurnal Ilmu Politik Dan Komunikasi, 8(1). https://doi.org/10.34010/jipsi.v8i1.880
Simanjuntak, M. (2024). PENYELESAIAN SENGKETA BATAS LAUT ANTARA INDONESIA DENGAN NEGARA-NEGARA TETANGGA DITINJAU DARI KONVENSI PBB TAHUN 1982 TENTANG HUKUM LAUT (UNCLOS 1982). Honeste Vivere, 34(2), 176–196. https://doi.org/10.55809/hv.v34i2.341
Suherry, Husni, A., Rifa’i, A., Akbar, M. D., & Hamdan, T. (2025). Strategi Diplomasi Indonesia Dalam Menjaga Kedaulatan Maritim di Laut Natuna Utara (Perspekstif Teori Mandala). Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 7(1), 95–107. https://doi.org/10.56552/jisipol.v7i1.270
Tampi, B. (2018). Konflik kepulauan natuna antara indonesia dengan china (suatu kajian yuridis). Jurnal Hukum Unsrat, 23(10).
Trystanto. (2022). Assessing the potential effectiveness of the asean-china code of conduct on the south china sea in constraining chinese aggressive actions. Padjadjaran Journal of International Law, 6(2), 136–159. https://doi.org/10.23920/pjil.v6i2.778
Utari, M. S., & Satria, A. O. Y. (2025). Diplomasi yang dilakukan indonesia sebagai solusi meredam konflik laut china selatan berdasarkan UNCLOS 1982. JUPEIS?: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 4(3), 355–360. https://doi.org/10.57218/jupeis.vol4.iss3.1733
Wahyudi Bolkiah, A., Setiawan, A., & Usni, U. (2024). China’s response to indonesia’s policies in the north natuna sea. Jurnal Inovasi Dan Kreativitas (JIKa), 3(2), 47–60. https://doi.org/10.30656/jika.v3i2.7084
Yahyai, O. A. (2025, April 21). Euronews.com. Euronews. https://www.euronews.com/2025/04/21/indonesia-and-china-pledge-maritime-cooperation-amid-south-china-sea-tensions
Yanti, N. L. P. M. P. (2022). Upaya penyelesaian konflik kepulauan natuna dalam tinjauan hukum internasional. Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis, 2(3).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zeno Cardenas Soerachmat, Rafail Oseli Munthe Munthe, Christian Darren Utomo Utomo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
- Share— copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt— remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
- Attribution— You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions— You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
Notices:
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rightsmay limit how you use the material.

























