Analisis Hukum terhadap Pemberian Dispensasi Kawin oleh Pengadilan Agama terhadap Anak di Bawah Umur dalam Upaya Pencegahan Perkawinan Dini

Authors

  • Ridoh Pamuji Universitas Wijaya Putra, Surabaya, Indonesia
  • Nur Hidayatul Fithri Universitas Wijaya Putra, Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jim.v4i6.1599

Keywords:

dispensasi kawin, perlindungan anak, perkawinan anak, kepentingan terbaik anak

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberlanjutan pengajuan dispensasi kawin meskipun Undang-Undang Perkawinan telah menaikkan batas usia minimal perkawinan menjadi 19 tahun, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas regulasi dalam menekan perkawinan anak dan kesesuaiannya dengan prinsip perlindungan anak. Penelitian bertujuan menganalisis kerangka normatif dispensasi kawin, menelaah pelaksanaannya dalam proses pemeriksaan perkara, dan mengevaluasi dampaknya terhadap hak-hak anak. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang diskresi hakim masih luas karena tidak adanya batasan operasional terkait alasan mendesak, evaluasi kesiapan fisik dan psikologis anak terbatas, dan harmonisasi antara hukum perkawinan dan regulasi perlindungan anak belum optimal. Kesimpulannya, kebijakan dispensasi kawin memerlukan penguatan norma hukum dan perbaikan implementasi peradilan agar selaras dengan perlindungan anak dan efektif membatasi praktik perkawinan usia dini.

References

Alam, S. A. (2005). Usia ideal untuk kawin:sebuah ikhtiar mewujudkan keluarga sakinah. https://perpustakaan.bsdk.mahkamahagung.go.id/index.php?p=show_detail&id=4427&keywords=

Alwi, B., & Ummah, H. M. (2025). Urgensi Aspek Psikologis pada Pemeriksaan Dispensasi Kawin Perspektif Maqā ṣ id al-Syar ī ʿ ah. 1(1), 176–189. https://doi.org/https://doi.org/10.37567/al-sulthaniyah.v14i1.3695

Arthur, M., Earle, A., Raub, A., Vincent, I., Atabay, E., & Latz, I. (2017). Child Marriage Laws around the World : Minimum Marriage Age , Legal Exceptions , and Gender Disparities. Journal of Women, Politics & Policy, 39(1), 51–74. https://doi.org/10.1080/1554477X.2017.1375786

Asman. (2024). Masa Depan Terancam : Dispensasi Perkawinan dan Dampak Negatif pada Anak dan Keluarga. 1(2), 73–86. https://doi.org/10.58824/jdls.v1i2.223

Glen. (2025). Perkawinan Anak Turun Drastis, Data 2024 Terdapat 4.150 Pasangan. inibalikpapan.com. https://www.inibalikpapan.com/perkawinan-anak-turun-drastis-data-2024-terdapat-4-150-pasangan/

Gunawan. (2025). Dispensasi Kawin dalam Peraturan dan Praktik. MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA, MAHKAMAH SYAR’IYAH BLANGKEJEREN. https://ms-blangkejeren.go.id/dispensasi-kawin-dalam-peraturan-dan-praktik-oleh-gunawan-s-h-i/

Johnny Ibrahim. (2005). Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. https://lib.ui.ac.id/detail.jsp?id=20326032

Kania, D., & Fatoni, S. N. (2025). Protecting Children ’ s Rights in Marriage Dispensation Cases : Evidence from Religious Courts in Indonesia. 2(2), 79–98. https://doi.org/10.15575/as.v25i2.43846

Maemunah et al. (2025). JUDICIAL REASONING AND DISCRETION IN UNDERAGE MARRIAGE DISPENSATION CASES : A CASE STUDY FROM. 668–692.

Omidakhsh, N., & Heymann, J. (2020). Improved child marriage laws and its association with changing attitudes and experiences of intimate partner violence : a comparative. 10(1). https://doi.org/10.7189/jogh.10.010707

Parsons, J., Edmeades, J., Kes, A., Petroni, S., Wodon, Q., Parsons, J., Edmeades, J., Kes, A., Petroni, S., Published, B., Parsons, B. J., Edmeades, J., Kes, A., Petroni, S., & Sexton, M. (2021). MARRIAGE : A REVIEW OF THE. 0274. https://doi.org/10.1080/15570274.2015.1075757

Rahmawati et al. (2025). Kajian Yuridis Terhadap Dispensasi Perkawinan Anak Dibawah Umur Pada Daerah Pedesaan. Nomos:Jurnal Penelitian Ilmu Hukum, 5(3), 610–617. https://doi.org/https://doi.org/10.56393/nomos.v5i3.3270

Rodhi, O. P., Zamroni, M., Hukum, F., Maarif, U., & Latif, H. (2023). Problematika dispensasi kawin dalam aspek perlindungan anak dibawah umur. 6, 68–74.

Schaffnit, S. B., Urassa, M., & Lawson, D. W. (2019). “Child marriage” in context: exploring local attitudes towards early marriage in rural Tanzania. Sexual and Reproductive Health Matters, 27(1), 93–105. https://doi.org/10.1080/09688080.2019.1571304

Shahrullah et al. (2023). Dilemmas faced by judges when granting marriage dispensations for child marriages in West Java, Indonesia. International Journal of Law, Policy and the Family, 37(1). https://doi.org/https://doi.org/10.1093/lawfam/ebad035

Stiawan, D. A., Gibran, G. A., Shakila, A., & Werdhi, A. (2024). Permohonan dan Pemberian Dispensasi Kawin Dibawah Umur ; Antara Hak Anak dan Kepentingan Orang Tua. 8, 18423–18431. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jptam.v8i2.15075

UNFPA. (2020). State of the World’s Population: Against My Will. https://www.unfpa.org/publications/state-world-population-2020

UNICEF. (2021). Advocacy Brief : Towards Ending Child Marriage in Malaysia.

William. (1994). Insights from the Venture Capital Model of Project Governance. https://www.jstor.org/stable/23485973

Zulfiani et al. (2025). LEGAL AMBIGUITIES AND JUDICIAL DISCRETION IN CHILD MARRIAGE DISPENSATION IN ACEH PROVINCE: LEGAL CERTAINTY AND HUMAN RIGHTS IMPLICATIONS. KANUN: Jurnal Ilmu Hukum. https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=C_kibW8AAAAJ&citation_for_view=C_kibW8AAAAJ:4JMBOYKVnBMC

Downloads

Published

2026-02-20

How to Cite

Pamuji, R., & Fithri, N. H. (2026). Analisis Hukum terhadap Pemberian Dispensasi Kawin oleh Pengadilan Agama terhadap Anak di Bawah Umur dalam Upaya Pencegahan Perkawinan Dini. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 4(6), 4351–4361. https://doi.org/10.38035/jim.v4i6.1599