Penerapan EPR oleh PT AQUA dalam Pengelolaan Sampah Botol Plastik
DOI:
https://doi.org/10.38035/jim.v4i5.1570Keywords:
Extended Producer Responsibility, Tanggung Jawab Produsen, Pengelolaan Sampah Plastik, Prinsip Hukum LingkunganAbstract
Penelitian ini berjudul Penerapan EPR oleh PT AQUA dalam pengelolaan sampah botol plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tanggung jawab hukum PT Tirta Investama (AQUA) dalam penerapan prinsip Extended Producer Responsibility (EPR) terhadap sampah botol plastik yang dihasilkan. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif dan pendekatan kasus, penelitian ini menelusuri kesesuaian antara pelaksanaan program keberlanjutan AQUA dengan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk UU Pengelolaan Sampah, peraturan pelaksananya, sampai dengan peraturan daerah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun AQUA telah menjalankan sejumlah inisiatif pengelolaan sampah, upaya tersebut masih belum sepenuhnya memenuhi standar EPR yang mengikat secara hukum. Audit lingkungan dari Sungai Watch bahkan menunjukkan bahwa AQUA merupakan penyumbang terbesar sampah botol plastik di wilayah Bali dan Jawa Timur. Fakta ini menguatkan pentingnya transparansi penerapan prinsip EPR secara lebih ketat melalui pengawasan serta pemberian sanksi administratif terhadap pelanggaran. Penelitian ini menegaskan bahwa pemenuhan prinsip EPR harus didorong melalui implementasi terukur berbasis data.
References
Penelitian ini berjudul Penerapan EPR oleh PT AQUA dalam pengelolaan sampah botol plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tanggung jawab hukum PT Tirta Investama (AQUA) dalam penerapan prinsip Extended Producer Responsibility (EPR) terhadap sampah botol plastik yang dihasilkan. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif dan pendekatan kasus, penelitian ini menelusuri kesesuaian antara pelaksanaan program keberlanjutan AQUA dengan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk UU Pengelolaan Sampah, peraturan pelaksananya, sampai dengan peraturan daerah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun AQUA telah menjalankan sejumlah inisiatif pengelolaan sampah, upaya tersebut masih belum sepenuhnya memenuhi standar EPR yang mengikat secara hukum. Audit lingkungan dari Sungai Watch bahkan menunjukkan bahwa AQUA merupakan penyumbang terbesar sampah botol plastik di wilayah Bali dan Jawa Timur. Fakta ini menguatkan pentingnya transparansi penerapan prinsip EPR secara lebih ketat melalui pengawasan serta pemberian sanksi administratif terhadap pelanggaran. Penelitian ini menegaskan bahwa pemenuhan prinsip EPR harus didorong melalui implementasi terukur berbasis data.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jerry Shalmont, Jesslyn Janet Cen, Kathleen Joan Halim, Lathifah, Sandrina Realita, Theresia Aurellia Gunawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
- Share— copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt— remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
- Attribution— You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions— You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
Notices:
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rightsmay limit how you use the material.

























