Representasi Budaya Jawa Dalam Animasi 3d Youtube: Analisis Teks Pada Kanal Youtube Panggung Narasi Jagad Mandala

Authors

  • Aji Satya Pujastra Universitas Esa Unggul, Jakarta, Indonesia
  • Bayquni Universitas Esa Unggul, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jim.v5i2.2041

Keywords:

Animasi 3D, Budaya Jawa, YouTube, Representasi, Adaptasi Digital

Abstract

Transformasi digital telah secara signifikan mengubah cara budaya lokal diproduksi, didistribusikan, dan diinterpretasikan. Narasi tradisional Jawa yang secara historis berakar pada pertunjukan fisik kini banyak diadaptasi ke dalam format animasi 3D di YouTube. Penelitian ini berfokus pada kanal Panggung Narasi Jagad Mandala sebagai representasi signifikan dari fenomena tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis representasi budaya Jawa dan menganalisis bagaimana transformasi medium digital memengaruhi representasi budaya Jawa dalam animasi 3D. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode analisis teks media, data dikumpulkan melalui observasi sistematis terhadap tiga video pilihan: Legenda Aji Saka, Kuda Anjampiani, dan Geger Perdikan Mangir. Analisis menggunakan teori representasi Stuart Hall sebagai kerangka utama, sedangkan semiotika Barthes dan teori adaptasi Hutcheon digunakan sebagai perangkat konseptual pendukung untuk menjelaskan makna simbolik dan transformasi media. Temuan menunjukkan bahwa budaya Jawa direkonstruksi melalui hibridisasi visual perpaduan estetika tradisional dengan gaya CGI (Computer-Generated Imagery) global serta penyederhanaan narasi, di mana kedalaman filosofis yang kompleks direduksi menjadi penceritaan linier yang bersifat moralistik. Selain itu, nuansa linguistik seperti tingkat tutur bahasa Jawa diminimalkan demi aksesibilitas audiens nasional yang lebih luas. Hasil penelitian menegaskan bahwa kanal ini berfungsi sebagai ruang negosiasi yang menyeimbangkan pelestarian budaya dengan karakteristik komunikatif dari media digital. Fenomena ini memicu 'penjinakan' kompleksitas budaya agar selaras dengan pola konsumsi konten digital kontemporer.

References

Afni, N., Prasetyo, B., & Wulandari, R. (2022). Digital storytelling and cultural preservation on YouTube platform. Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication, 38(2), 120–135. https://doi.org/10.17576/JKMJC-2022-3802-08

Aini, I. N., Prihaswati, M., & Suprayitno, I. J. (2025). Media pembelajaran interaktif pendekatan etnomatematika budaya Jawa terhadap hasil belajar siswa materi geometri. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 4398–4408. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.482

Amalia, F., & Suryani, W. (2025). Strategi adaptasi budaya lokal dalam animasi digital untuk generasi milenial. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 4(1), 119–138. https://doi.org/10.24329/jkb.v4i1.2130

Andini, S., Setyonegoro, A., & Priyanto. (2023). Analisis video pembelajaran materi teks berita pada kanal YouTube untuk pembelajaran bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 23(2), 279–290. https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v23i2.68696

Anmazzwa, F., Purwanti, S., Dristiana, K., & Agustian, J. F. (2025). Representasi budaya patriarki dalam film Ngeri-Ngeri Sedap. Dawatuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 5(4), 372–386. https://doi.org/10.47467/dawatuna.v5i4.8175

APJII. (2024). Survei penetrasi dan perilaku pengguna internet Indonesia 2023–2024. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. https://apjii.or.id

Ayuanda, W., Sidabalok, D., & Perangin-angin, A. B. (2024). Budaya Jawa dalam film Primbon: Analisis representasi. ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 7(2), 440–449. https://doi.org/10.33503/alfabeta.v7i2.4184

Fariszy, M., Nugroho, A., & Ramadhani, L. (2024). Digital penetration and youth media consumption patterns in Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 22(1), 45–60. https://doi.org/10.31315/jik.v22i1.2024

Hadiwidjaja, J. X. (2021). Film animasi dan kearifan lokal sebagai media representasi budaya Indonesia. IMAJI: Film, Fotografi, Televisi, & Media Baru, 12(3), 112–123. https://doi.org/10.52290/i.v12i3.59

Hakim, L., & Rochmaniah, A. (2024). Platformization and narrative transformation in Indonesian digital media. Mediator: Jurnal Komunikasi, 17(1), 85–98. https://doi.org/10.29313/mediator.v17i1.2024

Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. London: Sage.

Hasanah, M. U., Alyafatin, R., Ningrum, A. A., Rivalianti, A., Zahra, H. A., Utomo, A. P. Y., & Yanitama, A. (2025). Analisis tindak tutur direktif dalam video pembelajaran sains di sekitar kita pada kanal YouTube Pahamify. Pragmatik: Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan, 3(1), 317–340. https://doi.org/10.61132/pragmatik.v3i1.1490

Hasibuan, M., RM, S., & Rozi, F. (2025). Representasi budaya Islam kontemporer dalam kajian Dhuha: Perspektif semiotika. As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 7(3), 1–14. https://doi.org/10.47476/assyari.v7i3.7019

Hermanto, L., & Widodo, T. (2024). Visualisasi budaya dalam animasi digital: Tantangan dan peluang. Jurnal Kreativitas Komunikasi, 7(2), 22–43. https://doi.org/10.24014/jkk.v7i2.3881

Hidayat, R., & Maulana, F. (2025). Digitalisasi budaya tradisional: Pengaruh media sosial terhadap pemaknaan budaya lokal. Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia, 11(2), 152–171. https://doi.org/10.36893/jiki.v11i2.6587

Izza, S. F., & Sukmawan, S. (2025). Representasi nilai budaya masyarakat Tengger Brang Kulon dalam motif batik Tosarian. Humanis: Journal of Arts and Humanities, 29(1), 71–82. https://doi.org/10.24843/JH.2025.v29.i01

Kartika, M., & Cahaya, R. (2024). Representasi visual budaya lokal pada media animasi Indonesia. Jurnal Visual & Komunikasi, 9(2), 98–116. https://doi.org/10.21460/jvk.v9i2.4678

Khasanah, U., & Anggraeni, S. P. K. (2024). Fungsi variasi bahasa Jawa pada film pendek “Klalenan” dalam YouTube Mugi Ketrock. Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa, 12(1), 64–75. https://doi.org/10.15294/rj5qfa36

Maeni, P. (2023). Revitalisasi cerita rakyat melalui animasi digital sebagai media pelestarian budaya. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 12(3), 215–228. https://doi.org/10.23887/jish.v12i3.2023

Melani, H. J., Khoiroh, S. F., Ramadania, A. R., Cahyani, S., Nugroho, L. K., Asyam, M. S., Utomo, A. P. Y., & Lestari, A. Y. (2025). Analisis tindak tutur representatif dalam daftar putar video “Tips dan Edukasi” pada kanal YouTube Zahid Ibrahim. Sintaksis: Publikasi Para Ahli Bahasa dan Sastra Inggris, 3(1), 283–307. https://doi.org/10.61132/sintaksis.v3i1.1441

Novaren, G. S., Hardian, A., & Firman, M. K. (2025). Representasi nilai budaya Jawa dalam film pendek “Tumbas” (Analisis semiotika Roland Barthes). Al-Mikraj, 6(1), 685–692. https://doi.org/10.37680/almikraj.v6i1.8118

Nugroho, H., & Patrio, A. N. (2025). Pembentukan identitas budaya melalui kepakaran artistik dalam film dan televisi sebagai sarana representasi sosial dalam masyarakat. Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media, 4(2), 218–230. https://doi.org/10.55606/jurrsendem.v4i2.6727

Nurgiyantoro, B., & Efendi, A. (2017). Re-actualization of puppet characters in modern Indonesian fictions of the 21st century. 3L: The Southeast Asian Journal of English Language Studies, 23(2), 141–153. https://doi.org/10.17576/3L-2017-2302-11

Prakoso, W. B., Novelianto, Y. E., Rohmah, J., Sania, A. R. A., Azzahra, W. S., Utomo, A. P. Y., Muhajir, & Mijianti, Y. (2025). Analisis tindak tutur representatif pada video tips public speaking dalam kanal YouTube Sherly Annavita Rahmi. Student Research Journal, 3(1), 278–300. https://doi.org/10.55606/srjyappi.v3i1.1774

Pranoto, A., & Dewi, R. (2025). YouTube dan konstruksi identitas budaya dalam narasi visual animasi. Jurnal Media & Budaya, 14(1), 57–80. https://doi.org/10.3998/jmb.v14i1.2931

Rahmadanti, S., & Azwar, M. (2024). Adaptasi budaya lokal dalam media digital: Tantangan dan peluang. Jurnal Komunikasi Global, 13(2), 150–165. https://doi.org/10.24815/jkg.v13i2.2024

Rahman, R. B. A. (2023). Ungkapan istilah “mas-mas Jawa” sebagai representasi budaya Jawa dalam media sosial TikTok. Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa, 11(2), 205–216. https://doi.org/10.15294/sutasoma.v11i2.75712

Rahayu, D. T., & Putra, B. (2024). Eksplorasi nilai budaya melalui video animasi 2D dan 3D. Komunikasi Visual: Jurnal Visual Culture & Media Arts, 6(2), 134–150. https://doi.org/10.21831/kv.v6i2.4037

Sihombing, L. H., & Lestari, P. (2022). The portrait of Indonesian culture through an animated film “Si Entong.” Journal of Applied Linguistics and Literacy (JALL), 6(2), 237–249.

Simanungkalit, K. E., Simanjuntak, B., Sinaga, S. H., & Panggabean, L. (2025). Integrasi cerita rakyat dalam pembelajaran bahasa dan sastra: Tinjauan sistematis literatur terhadap peningkatan nilai budaya dan identitas lokal. Sebasa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(1), 238–257. https://doi.org/10.29408/sbs.v8i1.29707

Sinaulan, N. L., Sengkey, M. M., Lantu, G. N., Ginting, H. B., & Sembor, G. S. (2025). Representasi emosi remaja dan pengaruhnya terhadap hubungan sosial dalam film animasi “Inside Out 2”. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 5713–5721. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1504

Susanto, H., & Anggono, P. (2024). Adaptasi cerita rakyat dalam media baru: Perspektif komunikasi budaya. Jurnal Sosial Humaniora, 5(2), 129–148. https://doi.org/10.37698/jsh.v5i2.2679

Wijayanti, D., & Santoso, M. A. (2024). Simbol budaya Jawa dalam media digital animasi: Pendekatan semiotik. Jurnal Semiotika Budaya, 6(1), 101–120. https://doi.org/10.25157/jsb.v6i1.3126

Wikayanto, A. (2019). Unsur-unsur budaya lokal dalam karya animasi Indonesia. Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi, 15(2), 3003. https://doi.org/10.24821/rekam.v15i2.3003

Zis, S. F., Effendi, N., & Roem, E. R. (2021). Perubahan perilaku komunikasi generasi milenial dan generasi Z di era digital. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 5(1), 69–87. https://doi.org/10.22219/satwika.v5i1.15550

Downloads

Published

2026-07-26

How to Cite

Pujastra, A. S., & Bayquni. (2026). Representasi Budaya Jawa Dalam Animasi 3d Youtube: Analisis Teks Pada Kanal Youtube Panggung Narasi Jagad Mandala. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 5(2), 1444–1460. https://doi.org/10.38035/jim.v5i2.2041