Konstitusionalitas Status Ibu Kota Nusantara Sebagai Daerah Khusus Setingkat Provinsi
DOI:
https://doi.org/10.38035/jim.v5i2.1980Keywords:
Ibu Kota Nusantara, daerah khusus, otonomi daerah, konstitusionalitas, pemerintahan daerahAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengaturan Ibu Kota Nusantara sebagai daerah khusus setingkat provinsi yang memiliki karakteristik kelembagaan berbeda dari desain pemerintahan daerah sebagaimana diatur dalam Pasal 18 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Perbedaan tersebut terlihat dari ketiadaan pembagian wilayah kabupaten atau kota serta tidak adanya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebagai unsur esensial demokrasi lokal. Objek penelitian ini adalah pengaturan hukum mengenai status dan kelembagaan Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Nusantara. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konstitusionalitas status tersebut serta kesesuaiannya dengan prinsip otonomi daerah dan kedaulatan rakyat. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status setingkat provinsi yang disematkan pada Ibu Kota Nusantara tidak sepenuhnya memenuhi kriteria materiil provinsi dalam konstitusi dan cenderung mencerminkan model pemerintahan yang bersifat sentralistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa desain kelembagaan Ibu Kota Nusantara berpotensi menimbulkan deviasi konstitusional terhadap prinsip demokrasi daerah dan otonomi daerah di Indonesia.
References
Addas, I. H. (2024). Daerah Otorita Ibu Kota Negara: Koherensi Status Daerah Pada Ibu Kota Negara Nusantara Peraturan Perundang-Undangan Pemerintahan Daerah Di Indonesia. UNES Law Review, 6(4). https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i4
Alfinia, M. (2023). Dekonsentrasi sebagai asas dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Center for Open Science. https://doi.org/10.31219/osf.io/j52sm
Arafat, Y., & Fawaid, F. (2025). Problematika kedudukan dan kewenangan otoritas ibu kota nusantara dalam konteks demokrasi indonesia. Jurnal Hukum Positum, 10(2), 184–206. https://doi.org/10.35706/positum.v10i2.13238
Duke, S., & Vanhoonacker, S. (2006). Administrative governance and CFSP. In EU Administrative Governance. Edward Elgar Publishing. https://doi.org/10.4337/9781845429966.00021
Elpradhipta, W. R., Putra, A. M. A., & Rafiqi, I. D. (2025). Desain Kelembagaan Ibu Kota Nusantara Perspektif Otonomi Daerah. JURNAL FUNDAMENTAL JUSTICE, 6(1). https://doi.org/https://doi.org/10.30812/fundamental.v6i1.4916
esprit des lois. (2002). J.-M. Tremblay. https://doi.org/10.1522/cla.moc.del7
Failaq, M. R. F., & Arelia, F. (2022a). Diskrepansi sistem pemerintahan daerah khusus ibu kota negara (IKN) nusantara. Jurnal Studi Kebijakan Publik, 1(1), 57–69. https://doi.org/10.21787/jskp.1.2022.57-69
Failaq, M. R. F., & Arelia, F. (2022b). Diskrepansi sistem pemerintahan daerah khusus ibu kota negara (IKN) nusantara. Jurnal Studi Kebijakan Publik, 1(1), 57–69. https://doi.org/10.21787/jskp.1.2022.57-69
Fitrah, N. (2023). Konstitusi dalam prinsip negara hukum dan demokrasi. Center for Open Science. https://doi.org/10.31219/osf.io/snyzx
Gusnaeni, R., & Putra, F. (2023). Analisis undang-undang nomor 3 tahun 2022 tentang pembentukan ibu kota yang baru dalam perspektif pembentukan perundang-undangan. Limbago: Journal of Constitutional Law, 3(3), 401–414. https://doi.org/10.22437/limbago.v3i3.21769
Haq, K. M. F., & Suhartono, S. (2024). Kedudukan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Dalam Sistem Pemerintahan Daerah Di Indonesia. IURIS STUDIA: Jurnal Kajian Hukum, 5(3). https://doi.org/https://doi.org/10.55357/is.v5i3.728
Lathiif Tata Damarjati. (2024). Politik Hukum Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara dalam Perspektif Desentralisasi di Indonesia. JAPHTN-HAN, 3(1), 1–20. https://doi.org/10.55292/japhtnhan.v3i1.98
Nadhir, N., Sinaga, D. P., Syawal, M., & Patola, I. M. (2024). Pertanggungjawaban otorita ibu kota nusantara dalam penyelenggaraan tata pemerintahan. JURNAL USM LAW REVIEW, 7(1), 163–179. https://doi.org/10.26623/julr.v7i1.8117
Nurdin, M. R. (2022). Desentralisasi dan kekhususan pelaksanaan otonomi daerah Otorita Ibu Kota Nusantara. Jurnal Lex Renaissance, 7(3), 617–633. https://doi.org/10.20885/jlr.vol7.iss3.art12
Nurrokhman, A. (2020). Otonomi Daerah: Teori, Esensi dan Kritik terhadap Praktik di Lapangan. Center for Open Science. https://doi.org/10.31227/osf.io/5e83j
Putri, S. E. (2022). Penegasan hierarki norma di indonesia. Center for Open Science. https://doi.org/10.31219/osf.io/5rc2d
Rusdian, A. (2025). Fungsi DPR dalam Sistem Checks and Balances. Jurnal Hukum Caraka Justitia, 5(2), 149–163. https://doi.org/10.30588/jhcj.v5i2.2186
Thoriq, A. R., & Hafizh Aulia Rahman. (2024). TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KEDUDUKAN KEPALA DAERAH DALAM SISTEM OTORITA IBU KOTA NUSANTARA. Esensi Hukum, 5(2), 87–99. https://doi.org/10.35586/esensihukum.v5i2.325
Wibowo, T. A. A. (2022). Politik hukum desain otonomi khusus ibu kota nusantara. Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan Dan Politik Islam, 2(2). https://doi.org/10.14421/staatsrecht.v2i2.2810
Yulius Efendi. (2023). Penerapan teori kedaulatan rakyat di indonesia dalam sistem kekerabatan dalam pemerintahan daerah. JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL, 2(3), 300–311. https://doi.org/10.55606/jhpis.v2i3.3496
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jordan Silalahi, Abraham Jiavello Rumampuk, Hanganta Orvin Ginting, Joseph Radya Pandu Nararya, Steven Ignatius Chandra, Thomas Rifera Indraputra Silalahi, Dwi Putra Nughraha

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
- Share— copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt— remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
- Attribution— You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions— You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
Notices:
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rightsmay limit how you use the material.

























