Pengembangan Video Pembelajaran Digital dengan Menggunakan Powtoon Berbasis Kebudayaan Bali dalam Menstimulasi Kesehatan Mental Anak
DOI:
https://doi.org/10.38035/jim.v4i6.1605Keywords:
kesehatan mental, model ADDIE, media pembelajaran, PowtoonAbstract
Minimnya penggunaan media pembelajaran digital berbasis budaya Bali yang inovatif dan interaktif menyebabkan rendahnya minat belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan media pembelajaran digital berbasis budaya Bali yang dirancang menggunakan Powtoon untuk menstimulasi kesehatan mental anak usai dini. Penelitian ini merupakan penelitian research and development dengan menggunakan model ADDIE. Uji coba produk dilakukan dalam beberapa tahap untuk mengukur kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas video pembelajaran berbasis Powtoon. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji kelayakan oleh ahli materi, desain, dan media menunjukkan bahwa video pembelajaran yang dikembangkan sangat layak digunakan tanpa revisi, hasil uji kepraktisan melalui respon guru dan anak menunjukkan bahwa media ini menarik, mudah dipahami, dan mampu meningkatkan antusiasme serta fokus anak dalam belajar dan hasil uji efektivitas menggunakan paired sample t-test memperlihatkan adanya perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test terhadap aspek kesehatan mental anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran digital berbasis budaya Bali efektif dalam menstimulasi kesehatan mental anak usia dini serta berkontribusi dalam memperkuat nilai-nilai budaya lokal melalui pembelajaran yang interaktif dan bermakna.
References
Anderson, D. R., & Subrahmanyam, K. (2020). Digital childhood: The role of technology in children's development. Springer.
Antara. (2019). Strategi pembelajaran PAUD dalam membentuk karakter anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2), 123-135.
Ardoin, N. M., Wheaton, M., Bowers, A. W., Hunt, C. A., & Durham, W. H. (2015). Nature-based tourism's impact on environmental knowledge, attitudes, and behavior: A review and analysis of the literature and potential future research. Journal of Sustainable Tourism, 23(6), 838-858.
Arsyad, A. (2020). Media pembelajaran. Raja Grafindo Persada.
Astuti, R. (2017). Pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital untuk PAUD. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 11(1), 45-53.
Brackett, M. (2019). Permission to feel: Unlocking the power of emotions to help our kids, ourselves, and our society thrive. Celadon Books.
Buckley, R. (2020). Nature tourism and mental health: Parks, happiness, and positive psychology. Annals of Tourism Research, 83, 102915.
Couse, L. J., & Chen, D. W. (2010). A tablet computer for young children? Exploring its viability for early childhood education. Journal of Research on Technology in Education, 43(1), 75-98.
Dick, W., & Carey, L. (2005). The systematic design of instruction (6th ed.). Pearson.
Dinkes Sulteng. (2023). Pedoman penggunaan media digital bagi anak usia dini. Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah.
Djuwita, L. (2018). Penggunaan teknologi dalam pendidikan anak usia dini. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 77-85.
Duriana Wijaya, dkk. (2019). Kesehatan mental pada anak usia dini menurut UU Kesehatan Jiwa. Jurnal Kesehatan Mental Indonesia, 5(2), 102-110.
Fadlillah, M., et al. (2022). Desain playground budaya untuk pembelajaran PAUD. Graha Ilmu
Frianda, N., dkk. (2021). Pengembangan media pembelajaran powtoon dalam pembelajaran berbasis budaya. Jurnal Teknologi Pendidikan, 23(2), 112-121. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia, 7(3), 54-62.
Hidayat, T. (2020). Pendampingan orang tua dalam penggunaan teknologi oleh anak usia dini. Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 10(1), 45-52.
Hirsh-Pasek, K., Zosh, J. M., Golinkoff, R. M., Gray, J. H., Robb, M. B., & Kaufman, J. (2015). Putting education in "educational" apps: Lessons from the science of learning. Psychological Science in the Public Interest, 16(1), 3-34.
Huda, M. (2019). Pembelajaran berbasis masalah untuk anak usia dini. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 88-95.
Hurlock, E. B. (2002). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga.
Johnson, S. (2020). The importance of secure attachment in early childhood mental health. Journal of Child Psychology, 12(3), 23-29.
Kurniawati, T. (2017). Dampak penggunaan media digital terhadap anak usia dini. Jurnal Psikologi Perkembangan Anak, 6(2), 56-65.
Mahaswari, P. (2024). Seni tari Bali sebagai media pembelajaran anak usia dini. Jurnal Seni dan Pendidikan, 10(1), 12-19.
Maulani, L., dkk. (2024). Peran teknologi digital dalam pembelajaran PAUD. Jurnal Pendidikan Anak, 8(1), 33-44.
Mandia, K. S., dkk. (2022). Pengembangan media pembelajaran powtoon berbasis cerita rakyat Bali. Jurnal Teknologi Pendidikan, 24(3), 98-107.
Maharani, D. (2022). Pengembangan video animasi berbasis lingkungan dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi PAUD. Jurnal PAUD Indonesia, 11(2), 67-76.
Munir. (2020). Pembelajaran digital. Alfabeta.
Mustafa, M., & Riyadi, S. (2017). Pembelajaran seni tari untuk PAUD. Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia, 9(2), 45-52.
Nurhadi. (2019). Variasi pembelajaran digital berbasis multisensori. Jurnal Teknologi Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 12-20.
Nurhayati, S., dkk. (2024). Pengembangan powtoon untuk media pembelajaran anak usia dini. Jurnal Pendidikan Digital PAUD, 5(1), 55-66.
Papalia, D. E., & Martorell, G. (2021). Experience human development (14th ed.). McGraw-Hill Education.
Prasetyo, A. (2020). Pengembangan media pembelajaran berbasis powtoon untuk anak usia dini. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 99-108.
Prastowo, A. (2017). Keamanan dan kesehatan digital dalam pembelajaran anak usia dini. Jurnal Ilmu Pendidikan Anak, 5(2), 100-109.
Rohimah, A., dkk. (2021). Pengembangan media pop-up book berbasis AR untuk kesehatan mental siswa berkebutuhan khusus. Jurnal Pendidikan Khusus, 13(1), 45-58.
Santrock, J. W. (2011). Child development (13th ed.). McGraw-Hill.
Santrock, J. W. (2019). Life-span development (17th ed.). McGraw-Hill.
Setiawan, R. (2020). Dampak penggunaan teknologi digital pada anak usia dini. Jurnal Ilmiah Psikologi Anak, 7(2), 110-122.
Suwardani, N. (2014). Kebudayaan Bali dalam pembelajaran karakter anak. Jurnal Pendidikan Karakter, 4(3), 77-85.
Suyadi. (2018). Pembelajaran digital anak usia dini. Prenadamedia Group.
Sutarti. (2018). Pendidikan karakter perspektif Ki Hajar Dewantara. Jurnal Filsafat Pendidikan, 8(2), 33-40.
Suwija, I. (2018). Seni budaya dalam pembentukan karakter anak Bali. Jurnal Pendidikan Karakter Indonesia, 5(2), 56-67.
Suhendi, A. (2019). Media interaktif dalam pembelajaran anak usia dini. Jurnal Teknologi Pendidikan, 21(2), 89-97.
Utami, D. (2018). Media video dalam pembelajaran PAUD berbasis budaya lokal. Jurnal PAUD Nusantara, 3(1), 66-73.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Yunita, C., dkk. (2020). Pengaruh video animasi powtoon terhadap kemampuan kognitif PAUD. Jurnal Pendidikan Anak, 6(2), 45-52.
Yusrani. (2023). Konsep kesehatan mental menurut WHO. Jurnal Kesehatan Mental Indonesia, 7(1), 22-31.
Zein, M. (2020). Teknologi dalam pendidikan anak usia dini: Tantangan dan peluang. Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Usia Dini, 5(3), 23-34.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 I Gusti Ayu Agung Mascintya, Putu Aditya Antara, Rendy Setyowahyudi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
- Share— copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt— remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
- Attribution— You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions— You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
Notices:
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rightsmay limit how you use the material.

























