Simbolisme Pangan dalam Tradisi Ruwahan: Kajian Antropologis atas Praktik Konsumsi di Dusun Krandon, Godean Yogyakarta

Authors

  • Ahmad Buhori Program Studi Interdisciplinary Islamic Studies Fakultas Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Zulkipli Lessy Program Studi Interdisciplinary Islamic Studies Fakultas Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.38035/jim.v4i5.1055

Keywords:

Ruwahan, Simbolisme Pangan, Antropologi Islam, Budaya Jawa, Spiritualitas Lokal

Abstract

Tradisi Ruwahan di Dusun Krandon, Godean, Yogyakarta merupakan warisan budaya Islam-Jawa yang masih lestari dan sarat akan nilai spiritual serta simbolisme lokal. Meskipun banyak kajian telah menyoroti dimensi keagamaannya, peran makanan sebagai simbol budaya dan spiritualitas dalam tradisi ini masih jarang diteliti secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolik dari berbagai jenis pangan yang dihidangkan dalam tradisi Ruwahan serta bagaimana praktik konsumsi tersebut mencerminkan nilai-nilai sosial, spiritual, dan identitas keagamaan masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teori simbol Clifford Geertz digunakan untuk menafsirkan makna budaya secara kontekstual, didukung oleh kerangka Mary Douglas mengenai sistem klasifikasi makanan, serta Pierre Bourdieu dalam melihat dimensi sosial melalui konsep symbolic capital dan habitus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan seperti tumpeng, ingkung ayam, kolak, ketan, apem, dan pisang raja tidak hanya memiliki fungsi ritual, tetapi juga mengandung makna simbolik yang mendalam terkait spiritualitas, pengampunan, pengendalian diri, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Tradisi membawa ambeng mencerminkan nilai kesetaraan, gotong royong, dan solidaritas sosial. Simbolisme pangan dalam Ruwahan berfungsi sebagai sarana internalisasi nilai-nilai Islam lokal dan menjadi wujud spiritualitas yang membumi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Muslim Jawa.

References

Ahmad Zaini Anwar, & Imam Muhsin. (2025). Akulturasi Budaya Jawa dan Islam Pada Pelaksanaan Tradisi Ruwahan di Langensari Baluwarti Pasar Kliwon Surakarta. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 3(4), 1780–1788. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.647

Badrus Tsani, L. (2024). TRADISI NASI AMBENG SEBAGAI ADAT MENDOAKAN LELUHUR DAN MENJALIN SILATURAHMI DI MASYARAKAT KECAMATAN SOOKO KABUPATEN PONOROGO PROVINSI JAWA TIMUR. In MODELING: Jurnal Program Studi PGMI (Vol. 11, Issue 2).

Baskara, B., Tasha F, V., & Muhammad, A. Ak. (2020). Change and Development in Nyadran Ritual Tradition in Yogyakarta. Khatulistiwa, 10(1), 65–75. https://doi.org/10.24260/khatulistiwa.v9i2.1478

Giuliano, P., Nunn, N., Boyd, R., Diamond, J., Durante, R., Galor, O., Henrich, J., Jha, S., Mcelreath, R., Michalopoulos, S., Pendakur, K., Robinson, J., & Smaldino, P. (2017). Understanding Cultural Persistence and Change. http://www.anderson.ucla.edu/faculty/paola.giuliano/

Hamzah, Z., Syaikh, I., Shidik, A., & Belitung, B. (2018). Interaction of Islam with Local Culture. AJIS : Academic Journal of Islamic Studies, 3(1). http://journal.staincurup.ac.id/index.php/AJIS

Hardani MSi, A., Ustiawaty, J., & Juliana Sukmana, D. (2020). Buku Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. https://www.researchgate.net/publication/340021548

Huang, X. (2019). Understanding Bourdieu - Cultural Capital and Habitus. Review of European Studies, 11(3), 45. https://doi.org/10.5539/res.v11n3p45

Huh, J., Shiyko, M., Keller, S., Dunton, G., & Schembre, S. M. (2015). The time-varying association between perceived stress and hunger within and between days. Appetite, 89, 145–151. https://doi.org/10.1016/j.appet.2015.02.001

Mibtadin, M. (2023). Ruwahan Tradition, Spiritual Balance, and Religious Expression of Javanese People. Migration Letters, 20(3), 534–550. https://doi.org/10.47059/ml.v20i3.2936

Nabilah, K. D. (2022). MAKNA SIMBOLIK TRADISI RUWAHAN. https://eprints.iain-surakarta.ac.id/3344/1/Full%20Teks_181121030.pdf

Pratiwi, K. B. (2018). PERGESERAN TRADISI RUWAHAN DI KELURAHAN SUKOREJO, KECAMATAN WONOSARI, KABUPATEN KLATEN. Haluan Sastra Budaya, 2, 204–219. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/hsb.v2i2.23306

Putri, M. W., & Fauzi, A. M. (2021). TRADISI RUWAHAN SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA CANDIHARJO MOJOKERTO. In JISA: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama Prodi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial UIN SU Medan (Vol. 4, Issue 1).

Rahmawati, N., Brata, Y. R., Budiman, A., & Sudarto, S. (2023). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Tradisi Ruwahan Desa Sindangsari - Banjarsari Kabupaten Ciamis. Jurnal Artefak, 10(2), 219. https://doi.org/10.25157/ja.v10i2.12232

Susilo, S., & Syato, I. (2016). Common identity framework of cultural knowledge and practices of Javanese Islam. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 6(2), 161. https://doi.org/10.18326/ijims.v6i2.161-184

Wardani, R. (2022). NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM TRADISI RUWAHAN MASYARAKAT ISLAM KEJAWEN DUSUN KALITANJUNG. https://repository.uinsaizu.ac.id/15398/1/RISMA%20WARDANI_NILAI-NILAI%20RELIGIUS%20DALAM%20TRADISI%20RUWAHAN%20MASYARAKAT%20ISLAM%20KEJAWEN%20DUSUN%20KALITANJUNG%2C%20TAMBAKNEGARA%2C%20RAWALO%2C%20BANYUMAS%2C%20DALAM%20PERSPEKTIF.pdf

Wawancara

Singgih, Tokoh Agama. Wawancara 31 Mei 2025

Surip, Ibu Rumah Tangga. Wawancara 31 Mei 2025

Sari Ningsih, Panitia Ruwahan. Wawancara 01 Juni 2025

Japari, Warga Dusun. Wawancara 01 Juni 2025

Ihsan, Tokoh Pemuda, Wawancara 03 Juni 2025

Downloads

Published

2026-01-13

How to Cite

Ahmad Buhori, & Zulkipli Lessy. (2026). Simbolisme Pangan dalam Tradisi Ruwahan: Kajian Antropologis atas Praktik Konsumsi di Dusun Krandon, Godean Yogyakarta. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 4(5), 3747–3754. https://doi.org/10.38035/jim.v4i5.1055