Stabilisasi Subbase Agregat Eksisting Jalan Hauling PT. Servo Lintas Raya Menggunakan Sistem Hybrid Semen–Polyroads (Soiltech Mk-II) Terhadap Peningkatan Nilai CBR

Authors

  • BE. Dwi Anggoro Winardi Program Studi Magister Teknik Sipil, Universitas Bandar Lampung, Indonesia
  • Aprizal Program Studi Magister Teknik Sipil, Universitas Bandar Lampung, Indonesia
  • Dadang Iskandar Program Studi Magister Teknik Sipil, Universitas Bandar Lampung, Indonesia
  • Ronny Program Studi Magister Teknik Sipil, Universitas Bandar Lampung, Indonesia
  • M. Aldair Sila Program Studi Teknik Sipil, Universitas Lampung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jim.v5i1.1964

Keywords:

CBR, Jalan Hauling, Semen, Soiltech MK-II, Subbase Agregat, Stabilisasi Hybrid

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi peningkatan daya dukung lapis pondasi bawah (subbase) jalan hauling melalui stabilisasi material agregat kelas A menggunakan kombinasi semen dan Soiltech MK-II, dengan fokus pada kekuatan dini (0–4 hari) dan ketahanan terhadap kondisi basah. Pengujian laboratorium menggunakan uji CBR pada variasi kadar semen 0%, 1%, dan 3% serta dosis Soiltech 0%, 0,60%, dan 0,75% (terhadap massa kering), pada umur curing 0 jam, 1 hari, 3 hari, dan 4 hari, dengan tiga kondisi curing: jemur terik matahari, suhu ruang, dan rendam (jenuh air). Total diperoleh 108 data pengamatan. Untuk memperkuat penentuan komposisi optimum, dilakukan analisis multivariat dengan regresi linier berganda. Model signifikan (F=152,088; p<0,001) dengan R=0,925 dan R²=0,855 (Adjusted R²=0,850). Koefisien beta terstandar menunjukkan faktor dominan adalah kadar semen (β=0,764), diikuti umur curing (β=0,391), dosis Soiltech (β=0,223), sedangkan kondisi curing berpengaruh negatif (β=−0,262). Secara eksperimental, kenaikan semen dan Soiltech meningkatkan CBR dan menjaga stabilitas pada kondisi jenuh air. Komposisi optimum dalam rentang variasi penelitian adalah semen 3% dan Soiltech 0,75%, yang dipilih untuk trial lapangan. Pada segmen 25 m × 5 m × 0,20 m, uji LWD menunjukkan Evd meningkat dari ±50,9 MPa (0 jam) menjadi ±171,5 MPa (20 jam), dengan CBR ekuivalen naik dari ±72,96% menjadi ±151,65%. Uji UCS 7 hari sebesar ±29,43 kg/cm² memenuhi kriteria penerimaan. Hasil penelitian menegaskan efektivitas stabilisasi semen–polimer untuk percepatan peningkatan daya dukung subbase dan verifikasi kinerja lapangan. Selain itu, perhitungan kebutuhan bahan dilakukan pada skala laboratorium (mould Ø15×30 cm, 13 kg/mould) dan skala lapangan berdasarkan volume lapisan serta MDD 2,060 kg/m³, sehingga rancangan campuran dapat direplikasi secara praktis pada pelaksanaan dan mutu.

References

ASTM International. (n.d.). ASTM D1883: Standard test method for California Bearing Ratio (CBR) of laboratory-compacted soils. West Conshohocken, PA: ASTM International.

Austroads. (2008). Guide to pavement technology part 4D: Stabilised materials. Sydney: Austroads.

Badan Standardisasi Nasional. (2012). SNI 1744:2012: Metode uji California Bearing Ratio (CBR) di laboratorium. Jakarta: BSN.

Giroud, J. P.., & Han, J.. (2004). Design method for geogrid-reinforced unpaved roads. Journal of Geotechnical and Geoenvironmental Engineering, 130(8), 775–786.

Santoni, R. L.., & Webster, S. L.. (2001). Airfield pavement stabilization using polymeric binders. Transportation Research Record, 1747, 39–46.

Thompson, R. J.., & Visser, A. T.. (2000). Mine haul road maintenance management systems. Journal of the South African Institute of Mining and Metallurgy, 100(4), 243–249.

Thompson, R. J.., & Visser, A. T.. (2003). The functional design of surface mine haul roads. Journal of the South African Institute of Mining and Metallurgy, 103(3), 169–180.

Van Niekerk, A.. (2002). Mechanical stabilization of granular materials for road construction. Pretoria: University of Pretoria.

Yilmaz, I.., & Civelekoglu, B. (2009). Gypsum–cement stabilization of clayey soil. Applied Clay Science, 44(1–2), 166–172

Downloads

Published

2026-05-28

How to Cite

Winardi, B. D. A., Aprizal, Dadang Iskandar, Ronny, & M. Aldair Sila. (2026). Stabilisasi Subbase Agregat Eksisting Jalan Hauling PT. Servo Lintas Raya Menggunakan Sistem Hybrid Semen–Polyroads (Soiltech Mk-II) Terhadap Peningkatan Nilai CBR . Jurnal Ilmu Multidisiplin, 5(1), 992–998. https://doi.org/10.38035/jim.v5i1.1964