Optimasi Penggalian Data Jejak Kolonial di Benteng Fort Rotterdam Sebagai Upaya Perancangan Film Dokumenter

Authors

  • Abi Kunilawansa Program Studi Desain Komunikasi Visual, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Indonesia
  • Aryo Bayu Wibisono Program Studi Desain Komunikasi Visual, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Indonesia
  • Diana Aqidatun Nisa Program Studi Desain Komunikasi Visual, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jim.v5i1.1960

Keywords:

Film Dokumenter, Jejak Kolonialisme Makassar, Kerajaan Gowa-Tallo, Fort Rotterdam

Abstract

Makassar, sebagai kota pesisir dengan sejarah maritim yang kaya, menyimpan warisan kolonial yang signifikan, ditandai oleh perlawanan Kerajaan Gowa-Tallo dan pendirian Benteng Fort Rotterdam pasca Perjanjian Bongaya tahun 1667. Peninggalan ini bukan sekadar artefak, tetapi simbol hegemoni kolonial dan memori kolektif perlawanan. Namun, minimnya akses informasi yang menarik dan relevan bagi generasi digital, di mana narasi sejarah masih didominasi oleh format teks, mengakibatkan rendahnya pemahaman kritis masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Kesenjangan ini menimbulkan tantangan serius dalam pelestarian warisan kolonial. Oleh karena itu, penelitian perancangan ini bertujuan untuk merancang sebuah film dokumenter yang berfungsi sebagai media komunikasi visual alternatif. Film dokumenter ini dirancang menggunakan metode production stages (praproduksi, produksi, pascaproduksi) untuk menyajikan narasi sejarah Kerajaan Gowa-Tallo dan Benteng Fort Rotterdam secara naratif, visual, dan emosional. Fokus perancangan ini adalah menguraikan jejak kolonialisme di Makassar secara komprehensif. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah Film dokumenter berdurasi 15-30 menit yang diharapkan mampu menjadi sarana edukasi yang komunikatif, mudah dipahami, serta menumbuhkan kesadaran kritis generasi muda terhadap sejarah kolonial dan identitas budaya lokal, sekaligus mengisi kesenjangan penelitian dalam bidang komunikasi visual untuk edukasi sejarah.

References

Amirah Zahra Muthi, N., Fadhilah, N. R., Safitri, D., & Sujarwo, S. (2023). Efektivitas penerapan media pembelajaran film dokumenter dalam pembelajaran IPS pada siswa SMP. Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya (MORFOLOGI), 1(4), 104–116.

Asmunandar. (2020). Re-identitas kota lama Makassar. Lensa Budaya: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Budaya, 15(1), 1–14. https://journal.unhas.ac.id/index.php/jlb/article/view/11079

Corner, J. (2021). Rethinking documentary studies: Dimensions of transition and continuity. Journal of Documentary Studies. Oxford University Press.

Cresentia, O., & Oktora, D. D. (2022). Representasi visual dalam penyutradaraan dokumenter televisi “Middle Ground”. Jurnal Ilmiah Multimedia dan Komunikasi, 7(1), 19–32. https://ojs.mmtc.ac.id/index.php/jimk/article/view/166

Fadilah, N., Dahlan, M., & Syukur, S. (2021). Pelestarian Benteng Rotterdam pasca Perjanjian Bongaya di Makassar. Jurnal Diskursus Islam, 9(1), 11–20.

Hasan, H., Basri, M. D., & Bazergan, E. (2023). The condition of Gowa-Tallo Kingdom before and during Karaeng Pattingalloang’s era. Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa (KIMA), 2(1), 59–60. https://jurnal.fs.umi.ac.id/index.php/KIMA/issue/view/12

Irwansyah, Sukri, M. Y., Qaiyimah, D., Muhammad, F., & Haris. (2025). Analisis lahan terbangun dan pertumbuhan penduduk di Kota Makassar menggunakan Google Earth Engine. REGION: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, 20(2), 571–582.

Mulyadi, Y. (2021). Benteng Rotterdam: Benteng di simpang masa. Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Sulawesi Selatan.

Nashir, A. (2017). Kohesivitas budaya siri’ masyarakat pesisir Kota Makassar dalam perspektif hukum Islam dan pendidikan. Jurnal Tarbawi, 2(1). https://journal.unismuh.ac.id/index.php/tarbawi/article/view/804

Paradise, R., & Rogoff, B. (2009). Side by side: Learning by observing and pitching in. Ethos, 37(1), 102–138.

Putra, R. H., Al-Farid, I. A., Purwanto, E., Hidayatullah, K. R., & Anugrah, M. R. P. (2025). Film dokumenter sebagai alat edukasi budaya untuk pembangunan komunitas. Jurnal Desain Komunikasi Visual, 2(3), 1–13.

Rahim, M., & Abbas, I. (2024). Karakteristik pembangunan Kota Makassar di masa lalu dan masa kini. Kajian Internasional untuk Perencanaan Tata Ruang dan Pembangunan Berkelanjutan, 12(2), 238–265.

Rahmadianti, R., Nasution, N., Niswatin, N., & Riyadi, R. (2025). Pengembangan media film dokumenter untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dialektika Pendidikan IPS, 5(1), 109–122.

Santosa, H. (2019). Inovasi pendayagunaan arsip melalui film dokumenter sebagai media edukasi. Khazanah: Jurnal Pengembangan Kearsipan, 12(2), 100–103.

Saputera, M. A., Bosra, M., & Bahri, B. (2022). Peran Benteng Rotterdam di Kota Makassar sebagai sumber belajar sejarah. Tinjauan Integrasi Phinisi, 5(3), 624–634. http://ojs.unm.ac.id/pir

Situdju, A. N., & Nadjamuddin, M. N. (2021). Eksistensi bangunan dan tempat bersejarah di perkotaan: Heritage dan situs-situs memori kolektif di Makassar hingga awal 2020-an. Jurnal Sejarah dan Peradaban Islam Indonesia, 1(2), 117–129.

Suswandari. (2018). Peran Benteng Rotterdam di Kota Makassar sebagai sumber belajar sejarah. Tinjauan Integrasi Phinisi, 5(3), 624–634. http://ojs.unm.ac.id/pir

Rabiger, M. (2015). Directing the documentary (6th ed.). Focal Press

Downloads

Published

2026-05-28

How to Cite

Kunilawansa, A., Wibisono, A. B., & Nisa, D. A. (2026). Optimasi Penggalian Data Jejak Kolonial di Benteng Fort Rotterdam Sebagai Upaya Perancangan Film Dokumenter . Jurnal Ilmu Multidisiplin, 5(1), 999–1016. https://doi.org/10.38035/jim.v5i1.1960