Analisis Hukum Islam terhadap Tradisi Ngikuk Anak dalam Penentuan Hak Asuh Pasca Perceraian di Adat Lampung Pesisir Marga Punduh

Authors

  • M. Roudhotul Ahkam Luqman Raden Intan State Islamic University, Lampung, Indonesia
  • Linda Firdawaty Raden Intan State Islamic University, Lampung, Indonesia
  • Rudi Santoso Raden Intan State Islamic University, Lampung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jim.v5i1.1946

Keywords:

Tradisi ngikuk anak, hak asuh anak, hukum adat, hukum keluarga Islam

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik tradisi ngikuk anak dalam penentuan hak asuh anak pasca perceraian pada masyarakat adat Lampung Pesisir Marga Punduh serta menganalisisnya dalam perspektif hukum keluarga Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat yang terlibat dalam praktik pengasuhan anak, serta didukung oleh studi kepustakaan yang relevan dengan hukum adat dan hukum keluarga Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tradisi ngikuk anak dilakukan melalui musyawarah keluarga yang melibatkan orang tua, keluarga besar, dan tokoh adat untuk menentukan pihak yang paling mampu mengasuh anak setelah terjadinya perceraian. Penentuan pengasuhan anak didasarkan pada beberapa pertimbangan seperti kemampuan ekonomi, kesiapan dalam mengasuh anak, serta kedekatan emosional antara anak dan pihak yang akan mengasuhnya. Dalam perspektif hukum keluarga Islam, praktik ngikuk anak memiliki kesesuaian dengan konsep hadhanah yang menekankan pentingnya perlindungan dan kesejahteraan anak. Meskipun terdapat perbedaan dalam mekanisme penentuan pengasuhan anak, praktik tersebut tidak bertentangan dengan prinsip hukum Islam selama tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. Dengan demikian, tradisi ngikuk anak dapat dipahami sebagai bentuk praktik sosial yang mencerminkan interaksi antara hukum adat dan nilai-nilai hukum Islam dalam masyarakat.

References

Agustian, A., & Hasan, M. (2025). Studi komparasi perkawinan jujur dan perkawinan semanda pada masyarakat pesisir Lampung. Jurnal Ilmu Dan Pemerintahan Masyarakat (JIPM), 3(5). https://ejurnal.kampusakademik.my.id/index.php/jipm/article/view/1538

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed. (ed.)). Sage Publications.

Deti Yulia, Sukron Ma'mun, dan Ibnu Akbar Maliki. “Pergeseran Peran Anak Laki-Laki Tertua dalam Adat Lampung Saibatin Perspektif Hukum Islam.” El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law, Vol. 4, No. 1, 2023.

Fadillah, A. (2021). Nyikok anak dalam perspektif hukum adat Lampung Pesisir. Repository UIN Raden Intan Lampung.

Ica Haryani, Rohmat, dan Rudi Santoso. “Analisis Maqashid Asy-Syari’ah terhadap Kelahiran melalui Operasi Caesar.” El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law, Vol. 5, No. 1, 2024

Koentjaraningrat. (2018). Pengantar ilmu antropologi (Edisi Revisi). Rineka Cipta.

Lazuardi, A. R. (2025). Hak asuh anak (hadhanah) dalam perspektif hukum positif dan hukum Islam di Indonesia. Pengadilan Agama Pelaihari. https://pa-pelaihari.go.id/kategori-artikel/1172-hak-asuh-anak-hadhanah-dalam-perspektif-hukum-positif-dan-hukum-islam-di-indonesia.html

Linda Firdawaty. “Semanda Lekok in the Sai Batin Community, Lampung: Wife's Domination of Marital Assets from Maqāṣid al-Sharī’ah Perspective.” Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 2024.

Linda Firdawaty. “Childfree Perspective Imam Syafii and Ulama Jamaah Tabligh in Bandar Lampung City.” Dalam 1st Raden Intan International Conference on Sharia and Law, 2024.

Linda Firdawaty. “Pewarisan Harta Pusaka Tinggi kepada Anak Perempuan di Minangkabau dalam Perspektif Perlindungan terhadap Perempuan dan Hukum Islam.” ASAS: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam.

Mardani. (2017). Hukum keluarga Islam di Indonesia. Kencana.

Miller, D. A. (2018). The sandwich generation: Adult children caring for aging parents and dependent children. Journal of Family Issues, 39(12), 3291–3312. https://doi.org/10.1177/0192513X18777972

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). PT. Remaja Rosdakarya.

Oktara, D. (2019). Tanggung jawab sosial anak tertua laki-laki pada adat Lampung Pepadun [Repository UIN Raden Intan Lampung]. https://repository.radenintan.ac.id/17708/1/SKRIPSI 1-2.pdf

Putri, D. P., & Lestari, S. (2021). Fenomena sandwich generation di Indonesia: Tantangan dan implikasi sosial. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 14(2), 123–134. https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.2.123

Rahmawati, D., & Dewi, K. (2020). Understanding the sandwich generation in Indonesia: Family burdens and economic pressures. Jurnal Psikologi Keluarga, 6(1), 45–59.

Rudi Santoso, dkk. “Fintech Based Investment Analysis (Peer to Peer Lending) in Sharia Economic Law and Positive Law.” Dalam 1st Raden Intan International Conference on Sharia and Law, 2024.

Rudi Santoso, dkk. “The Strategy of the General Election Commission of Bandar Lampung City in Fulfilling the Political Rights of Persons with Disabilities in the 2024 Presidential and Vice-Presidential Election.” Dalam The Raden Intan International Conference on Shari’a and Law, 2025.

Sari, M., & Pratama, A. (2022). Perubahan sosial dan erosi tradisi dalam masyarakat adat Indonesia. Jurnal Sosial Nusantara, 14(2), 112–124.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Wahyuni, D., & Prasetyo, R. (2022). Revitalisasi tradisi lokal sebagai penguatan identitas budaya nasional di era globalisasi. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 5(1), 88–98.

Downloads

Published

2026-05-18

How to Cite

Luqman, M. R. A., Firdawaty, L., & Santoso, R. (2026). Analisis Hukum Islam terhadap Tradisi Ngikuk Anak dalam Penentuan Hak Asuh Pasca Perceraian di Adat Lampung Pesisir Marga Punduh. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 5(1), 802–811. https://doi.org/10.38035/jim.v5i1.1946