Dinamika Relasi Kuasa dalam Pengelolaan Desa Wisata Bakas Kabupaten Klungkung

Authors

  • Dewa Ayu Laksmi Ratih Dharmapatni Program Studi Magister Kajian Budaya, Universitas Udayana, Indonesia
  • I Nyoman Darma Putra Program Studi Magister Kajian Budaya, Universitas Udayana, Indonesia
  • I Wayan Suardiana Program Studi Magister Kajian Budaya, Universitas Udayana, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jim.v5i1.1945

Keywords:

Desa Wisata, Relasi Kuasa, Tata Kelola, Bakas, Foucault

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika relasi kuasa dalam pengembangan dan pengelolaan Desa Wisata Bakas, Kabupaten Klungkung. Pengembangan desa wisata di Bakas tidak sepenuhnya lahir dari perencanaan formal pemerintah, melainkan berawal dari inisiatif warga lokal melalui aktivitas rafting sejak tahun 2017. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan perspektif relasi kuasa Michel Foucault, penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan Desa Wisata Bakas mengalami pergeseran dari inisiatif personal menuju struktur kolektif yang lebih terlembaga melalui peran pemerintah desa dan Pokdarwis. Meskipun demikian, koordinasi antaraktor masih bersifat dinamis, khususnya terkait pengelolaan tiket, penyesuaian regulasi, dan pembagian kewenangan. Penelitian ini menegaskan bahwa tata kelola desa wisata bukan hanya proses ekonomi, melainkan arena negosiasi relasi kuasa yang bersifat produktif dan relasional.

References

Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224.

Bourdieu, P. (1977). Outline of a theory of practice (R. Nice, Trans.). Cambridge University Press.

Bourdieu, P. (1986). The forms of capital. In J. G. Richardson (Ed.), Handbook of theory and research for the sociology of education (pp. 241–258). Greenwood Press.

Bourdieu, P. (1990). The logic of practice (R. Nice, Trans.). Stanford University Press.

Bourdieu, P. (1991). Language and symbolic power (J. B. Thompson, Ed.; G. Raymond & M. Adamson, Trans.). Polity Press.

Bourdieu, P., & Wacquant, L. J. D. (1992). An invitation to reflexive sociology. University of Chicago Press.

Foucault, M. (1978). The history of sexuality: Volume 1: An introduction (R. Hurley, Trans.). Pantheon Books.

Foucault, M. (1980). Power/knowledge: Selected interviews and other writings, 1972–1977 (C. Gordon, Ed.). Pantheon Books.

Goodwin, H., & Santilli, R. (2009). Community-based tourism: A success? (ICRT Occasional Paper No. 11). International Centre for Responsible Tourism.

Inskeep, E. (1991). Tourism planning: An integrated and sustainable development approach. Van Nostrand Reinhold.

Murphy, P. E. (1985). Tourism: A community approach. Routledge.

Pramono, J., Kasuma, I. G., Parwita, A. A. G. O., Suyadnya, I. W., & Kurniawan, R. (2025). Empowerment and resilience in rural Indonesia: A pathway to tourism sustainability. Cogent Social Sciences, 11(1), 2464785. https://doi.org/10.1080/23311886.2025.2464785

Scheyvens, R. (1999). Ecotourism and the empowerment of local communities. Tourism Management, 20(2), 245–249.

Timothy, D. J. (2007). Tourism and community development: Issues and approaches. Routledge.

Tosun, C. (2000). Limits to community participation in the tourism development process in developing countries. Tourism Management, 21(6), 613–633.

Downloads

Published

2026-05-24

How to Cite

Dharmapatni, D. A. L. R., Putra, I. N. D., & Suardiana, I. W. (2026). Dinamika Relasi Kuasa dalam Pengelolaan Desa Wisata Bakas Kabupaten Klungkung . Jurnal Ilmu Multidisiplin, 5(1), 877–891. https://doi.org/10.38035/jim.v5i1.1945