Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lama Waktu Tunggu Pasien di Instalasi Gawat Darurat A Systematic Literature Review

Authors

  • Desemiyety Ngatriany Program Studi Magister Manajemen, Universitas Katolik Widya Mandira, Indonesia
  • Henny A. Manafe Program Studi Magister Manajemen, Universitas Katolik Widya Mandira, Indonesia
  • Andrijanto Hauferson Angi Program Studi Kesehatan Hewan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jim.v5i1.1932

Keywords:

Waktu tunggu, Fasilitas Ruang Gawat Darurat, Tinjauan sistematis literatur

Abstract

Unit Gawat Darurat (UGD) merupakan bagian rumah sakit yang sering menerima keluhan terkait kualitas layanan. Masyarakat mengeluhkan kualitas layanan, terutama waktu tunggu. Waktu tunggu yang lama dapat secara signifikan menurunkan kepuasan pasien dan kualitas layanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi waktu tunggu pasien di UGD rumah sakit. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur sistematis dengan memanfaatkan artikel dari basis data elektronik, yaitu PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan ProQuest. Pencarian literatur menggunakan metode PICO dengan kata kunci pencarian “Waktu tunggu” ATAU “Lama rawat inap” DAN “Gawat darurat” DAN “Layanan.” Identifikasi studi berdasarkan basis data dan registri menggunakan diagram alur PRISMA. Hasil diperoleh dari sembilan artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan telah disaring serta diidentifikasi di berbagai negara. Sebagian besar menggunakan desain studi cross-sectional dan retrospektif, masing-masing dengan empat artikel (44,4%). Sebagian besar artikel penelitian dilakukan pada tahun 2020, dengan empat artikel (44,4%). Faktor-faktor dominan yang memengaruhi waktu tunggu di UGD adalah usia, konsultasi spesialis, dan kedatangan pada malam hari. Status kesadaran dan triase oranye juga merupakan faktor yang memengaruhi waktu tunggu pasien di UGD. Faktor-faktor lain yang teridentifikasi meliputi lebih dari dua kali pemeriksaan darah, pemeriksaan ultrasonografi, tinggal di daerah pedesaan, kunjungan pada sore hari, layanan kedokteran internal, kunjungan ke dokter anak, ketersediaan obat, pemindaian CT, dan ketersediaan tempat tidur. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor-faktor utama yang memengaruhi lama waktu tunggu pasien di ruang gawat darurat adalah usia, konsultasi dengan dokter spesialis, dan kunjungan pada malam hari. Para dokter dan staf di ruang gawat darurat perlu memahami dan memperhatikan waktu pelayanan untuk menjaga kualitas perawatan.

References

Al-Shaqsi, S. Z. K. (2010). Response time as a sole performance indicator in EMS: Pitfalls and solutions. Open access emergency medicine: OAEM, 2, 1.

Bashkin, O., Caspi, S., Haligoa, R., Mizrahi, S., & Stalnikowicz, R. (2015). Organizational factors affecting length of stay in the emergency department: initial observational study. Israel journal of health policy research, 4(1), 38.

Bukhari, H., Albazli, K., Almaslmani, S., Attiah, A., Bukhary, E., Najjar, F., ... & Eldin, A. S. (2014). Analysis of waiting time in emergency department of Al-Noor specialist Hospital, Makkah, Saudi Arabia. Open Journal of Emergency Medicine, 2(04), 67-73.

Chaou, C. H., Chiu, T. F., Yen, A. M. F., Ng, C. J., & Chen, H. H. (2016). Analyzing factors affecting emergency department length of stay—using a competing risk-accelerated failure time model. Medicine, 95(14), e3263.

Dadeh, A. A., & Phunyanantakorn, P. (2020). Factors affecting length of stay in the emergency department in patients who presented with abdominal pain. Emergency Medicine International, 2020(1), 5406516.

Deli, H., Hasanah, O., Novayelinda, R., & Purwanti, E. (2020). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi length of stay (Los) pasien anak di instalasi gawat darurat (IGD). Link, 16(1), 59-65.

Driesen, B. E., van Riet, B. H., Verkerk, L., Bonjer, H. J., Merten, H., & Nanayakkara, P. W. (2018). Long length of stay at the emergency department is mostly caused by organisational factors outside the influence of the emergency department: A root cause analysis. PloS one, 13(9), e0202751.

Eitel, D. R., Rudkin, S. E., Malvehy, M. A., Killeen, J. P., & Pines, J. M. (2010). Improving service quality by understanding emergency department flow: a White Paper and position statement prepared for the American Academy of Emergency Medicine. The Journal of emergency medicine, 38(1), 70-79.

Feldman, O., Allon, R., Leiba, R., & Shavit, I. (2017). Emergency department waiting times in a tertiary children’s hospital in Israel: a retrospective cohort study. Israel Journal of Health Policy Research, 6(1), 60.

Fitriana, V., Santoso, A., & Dharmana, E. (2021). The experiences and meanings of nurses’ smiles to patients in the emergency department.

Gide, A. (2021). Pengembangan Tools Untuk Mengatasi Kepadatan Pasien Di Instalasi Gawat Darurat. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951-952.

Goto, Y., Funada, A., & Goto, Y. (2018). Relationship between emergency medical services response time and bystander intervention in patients with out‐of‐hospital cardiac arrest. Journal of the American Heart Association, 7(9), e007568.

Horwitz, L. I., Green, J., & Bradley, E. H. (2010). US emergency department performance on wait time and length of visit. Annals of emergency medicine, 55(2), 133-141.

Indonesia, R. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Lembaran Negara RI Tahun, (56).

Jones, M. (2020). Improving the Patient Journey for Hip Fracture Patients from Arrival in the Emergency Department to Admission to the Orthopaedic Ward (Doctoral dissertation, Royal College of Surgeons in Ireland).

Marbun, R., Ariyanti, R., & Dea, V. (2022). Peningkatan Pengetahun Masyarakat Terkait Pemahaman Alur Pelayanan Gawat Darurat Di Rumah Sakit. Selaparang, 6(1), 108-113.

O'Cathain, A., Connell, J., Long, J., & Coster, J. (2020). ‘Clinically unnecessary’use of emergency and urgent care: A realist review of patients' decision making. Health Expectations, 23(1), 19-40.

Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., ... & Moher, D. (2021). Updating guidance for reporting systematic reviews: development of the PRISMA 2020 statement. Journal of clinical epidemiology, 134, 103-112.

Page, M. J., Moher, D., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., ... & McKenzie, J. E. (2021). PRISMA 2020 explanation and elaboration: updated guidance and exemplars for reporting systematic reviews. bmj, 372.

Prakoso, A. B., Kusuma, R. Y., Rohimah, A. I., Jamil, S., Alim, S., & Irawan, A. (2023, June). Strategi Pengaturan Ketenagaan Perawat dalam Mengurangi Overcrowding di Instalasi Gawat Darurat. In Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional (pp. 195-199).

Ronca, K. (2014). Reducing wait time with the Emergency Severity Index 5 Level Triage Algorithm in the Emergency Department (Doctoral dissertation, Fairleigh Dickinson University).

Sarıyer, G., Ataman, M. G., & Kızıloğlu, İ. (2020). Factors affecting length of stay in the emergency department: a research from an operational viewpoınt. International Journal of Healthcare Management, 13(sup1), 173-182.

Sayah, A., Rogers, L., Devarajan, K., Kingsley-Rocker, L., & Lobon, L. F. (2014). Minimizing ED waiting times and improving patient flow and experience of care. Emergency medicine international, 2014(1), 981472.

Downloads

Published

2026-05-06

How to Cite

Ngatriany, D., Manafe, H. A., & Angi, A. H. (2026). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lama Waktu Tunggu Pasien di Instalasi Gawat Darurat A Systematic Literature Review. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 5(1), 613–621. https://doi.org/10.38035/jim.v5i1.1932