Negara Madinah atau Negara Islam?: Memahami dan Mengkritisi Pemikiran Zainal Abidin Ahmad tentang Hubungan Islam dengan Negara dalam Piagam Nabi Muhammad S.A.W.
DOI:
https://doi.org/10.38035/jim.v5i1.1864Keywords:
Sumatera Barat, Sulit Air, Zainal Abidin Ahmad, Al-Madinah, Islam dan NegaraAbstract
Pemikiran tentang hubungan antara Islam dengan negara telah menjadi diskursus sejak lama, salah satunya oleh Zainal Abidin Ahmad. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengungkapkan latar belakang sosiohistoris Sumatera Barat dan Nagari Sulit Air sebagai tempat tumbuh kembangnya; (2) memahami serta mengkritisi pemikiran Zainal Abidin Ahmad mengenai hubungan antara Islam dan negara. Metode yang digunakan adalah metode historis dengan tahapan pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) telah terjadi modernisasi di Sumatera Barat dan Sulit Air yang menyebabkan kemajuan pada beberapa aspek. Kemajuan menjadi sebuah ide bagi kaum Islam modernis, juga memengaruhi tokoh ini; (2) Pemikirannya tentang hubungan antara Islam dengan negara diwujudkan dalam konsep negara Madinah dan negara Islam. Perbedaannya terletak pada objek entitas kekuasaan dalam hubungannya dengan Islam. Negara Madinah dikhususkan ketika menjelaskan fenomena Yatsrib pasca Piagam Madinah, sedangkan negara Islam dimaksudkan pada konteks hubungan Islam dengan entitas kekuasaan yang lebih luas, sehingga Turki tahun 1924 yang sudah menyatakan diri sekuler masih dikategorikan sebagai negara Islam olehnya. Oleh karena itu, terdapat inkonsistensi ketika melakukan kategorisasi negara Madinah dan negara Islam. Selain itu, juga pada narasi dikembangkan menggunaan kata diyat yang tidak ditemukan pada teks asli Ibnu Hisyam.
References
Abdullah, T. (1971). Schools and Politics: The Kaum Muda Movement in West Sumatra (1927-1933). Cornell Modern Indonesia Project Southeast Asia Program.
Abdullah, T. (1984). Studi Adat Sebagai Pantulan Perubahan Sosial di Minangkabau. Dalam Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau (Cet. 1, hlm. ix–xxiii). PT Grafiti Pers. (Original work published 1982)
Abdullah, T. (2007). Modernization in the Minangkabau World: West Sumatra in the Early Decades of the Twentieth Century. Dalam C. Holt (Ed.), Culture and Politics in Indonesia (Cet. 1, hlm. 179–245). Equinox Pub.
Addiarrahman. (2021a). Andeh Setia: Women’s Economic Mobilizer in Sulik Aia in Early 20th Century. HUMANISMA: Journal of Gender Studies, 5(1), 11–23. http://dx.doi.org/10.30983/humanisme.v5i1
Addiarrahman. (2021b). Mahyuddin Dt. Sutan Maharaja Sebagai Penggerak Ekonomi Perempuan di Minangkabau Awal Abad ke-20. Kafa’ah: Journal of Gender Studies, 11(2), 144–158.
Addiarrahman. (2023a). Baragiah Ka Kampuang: Spirit Filantropis Perantau Sulit Air. Turãst: Jurnal Penelitian & Pengabdian, 1(1), 67–79.
Addiarrahman. (2023b). Sulit Air Dalam Lintasan Sejarah (Cet. 1). Bersama Institute.
Addiarrahman. (2024). Biografi Intelektual Kahrudin Yunus (Hidayati, Ed.; Cet. 1). Rajawali Pers.
Ahmad, J. (1985). Memenuhi Janjiku Kepada Sahabatku Alm. Prof. H. Zainal Abidin Ahmad. Dalam Riwayat Hidup dan Perjuangan H. Zainal Abidin Ahmad (Cet. 1, hlm. 7–10). Pustaka Antara.
Ahmad, Z. A. (1950a). Dasar-Dasar Ekonomi Islam. Penerbit Pustaka “Sinar Ilmu.”
Ahmad, Z. A. (1950b). Republik Islam Demokratis. Penerbit Pustaka Madju.
Ahmad, Z. A. (1952). Konsepsi Negara Islam (Cet. 2). N.V. Alma’arif.
Ahmad, Z. A. (1973). Piagam Nabi Muhammad SAW: Konstitusi negara tertulis yang pertama di dunia (Cet. 1). Bulan Bintang.
Ahmad, Z. A. (1978). Ilmu Politik Islam IV: Sejarah Islam dan Umatnya Sampai Sekarang Perkembangan dari Zaman ke Zaman (Cet. 1, Vol. 2). Bulan Bintang.
Ahmad, Z. A. (1986). Autobiografi Prof. KH. Zainal Abidin Ahmad Selaku Perintis Kemerdekaan (R. P. Soekandarno, A. Suhardi, A. Dwiyanto, S. Kutoyo, Sagimun. M.D., A. Imran, A. Gonggong, T. Soeharto, M. Y. Yacub, & U. Hamid, Ed.). Departemen Sosial RI.
Ahmad, Z. A. (1993). Rumah Tangga dan Pendidikan Anak. Dalam Membina Keluarga Bahagia (Cet. 3, hlm. 79–87). Pustaka Antara.
Ahmad, Z. A. (15 Nov. 5 December). Soeara Dari Pertapaan. Pandji Islam, No. 12/13(Tahoen ke I), 224–225.
Amran, R. (1981). Sumatra Barat Hingga Plakat Panjang (Cet. 1). Penerbit Sinar Harapan.
Amrullah, A. M. K. (2001). Tafsir Al Azhar (Vol. 8). Kerjaya Printing Industries Pte Ltd.
Asshiddiqie, J. (2006). Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara (Vol. 1). Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI.
Bachrul, M. (2023). Kehidupan Pedagang Minangkabau Asal Nagari Sulit Air di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat Tahun 1990-2021 [Skripsi]. Prodi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas.
Darwis, Y. (2013). Sejarah Perkembangan Pers Minangkabau (1859-1945). Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.
Dobbin, C. (2008). Gejolak Ekonomi, Kebangkitan Islam, dan Gerakan Padri (F. Nurdiarsih, Ed.; L. D. Tedjasudhana, Penerj.; Cet. 1). Komunitas Bambu.
Gottschalk, L. (1969). Understanding History: A Primer of Historical Method (2 ed.). Knopf.
Grave, E. E. (2007). Asal-Usul Elite Minangkabau Modern: Respons terhadap Kolonial Belanda XIX/XX (M. Zed, Ed.; N. Andri, L. Marlina, & Nurasni, Penerj.; 1 ed.). Yayasan Obor Indonesia.
Hisyam, A. M. A. M. bin. (t.t.). As Siroh An Nabawiyah (M. A. Saqo, I. A. Abyari, & A. H. Sybil, Ed.). Darul Ihyaits Turots Al Arobi Beirut.
Hisyam, A. M. A. M. bin. (1990). As Siroh An Nabawiyah (U. A. S. Tadmuri, Ed.; Cet. III). Darul Kitab Al Arobi Beirut.
Kahin, A. (2008). Dari Pemberotakan ke Integrasi, Sumatera Barat dan Politik Indonesia, 1926-1998 (Azmi & Zulfahmi, Penerj.; 2 ed.). Yayasan Obor Indonesia.
Kartodirdjo, S. (2019). Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah (S. Pusposaputro, Ed.; Cet. 2). Penerbit Ombak.
Kuntowijoyo. (2003). Metodologi Sejarah (Edisi ke-2). Tiara Wacana Yogya.
Kuntowijoyo. (2013). Pengantar Ilmu Sejarah (Cet. 1). Tiara Wacana.
Mochtar, Z. A., & Hieriej, E. O. S. (2021). Dasar-dasar Ilmu Hukum: Memahami Kaidah, Teori, Asas dan Filsafat Hukum. UGM Press.
Muhtada, D., & Diniyanto, A. (2018). Dasar-dasar Ilmu Negara. BPFH UNNES.
Naldi, H. (2008). “Booming” Surat Kabar di Sumatra’s Westkust (Cet. 1). Ombak.
Notodidjojo, S. I. (1985a). Prawacana. Dalam Riwayat Hidup dan Perjuangan H. Zainal Abidin Ahmad (hlm. 11–13). Pustaka Antara.
Notodidjojo, S. I. (1985b). Riwayat Hidup dan Perjuangan H. Zainal Abidin Ahmad (Cet. 1). Pustaka Antara.
Rahardjo, D. (2002). Ensiklopedi Al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-Konsep Kunci (B. Munawar-Rachman, Ed.; Cet. 2). Paramadina.
Salim, H. (2018). Perayaan Hajasa (Hari Jadi Sulit Air) 28 April 1821 (A. Suinta, Ed.; Cet. 1). CV. Nusantara Printing.
Sunarti, S. (2013). Kajian Lintas Media Kelisanan dan Keberaksaraan dalam Surat Kabar Terbitan Awal di Minangkabau (1859-1940-an) (Cet. 1). KPG ( Kepustakaan Populer Gramedia) bekerja sama dengan École française d’Extrême-Orient, KITLV, dan Fadli Zon Library.
Suryadi. (2003). Minangkabau Commercial Cassettes and the Cultural Impact of the Recording Industry in West Sumatra. Asian Music, XXXIV(2), 51–89.
Suryani, A., Zed, M., & Hardi, E. (2019). Studi Komparatif: Sistem Tanam Paksa Sumatera Barat Dengan Jawa Abad 19. Jurnal Kapita Selekta Geografi, 2(4), 11–20.
Tjokroaminoto, H. O. S. (1955). Tarich Agama Islam (Riwajat dan Pemandangan Atas Kehidupan dan Perdjalanan Nabi Muhammad Ç.A.W.) (Cet. 5). Bulan Bintang.
Wensinck, A. J. (1908). Mohammed en de Joden te Medina. Boekhandel en Drukkerij Voorheen E.J.Brill.
Yamin, M. (1959). Himpunan Risalah Sidang-sidang dari Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tanggal 29 Mei 1945-16 Juli 1945 dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 dan 19 Agustus 1945. Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Zed, M. (2010). Dilemma Ekonomi Melayu: Dari Melayu Kopi Daun Hingga Kapitalisme Global. TINGKAP, VI(2), 67–78.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fulki Ainur Rafi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
- Share— copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt— remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
- Attribution— You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions— You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
Notices:
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rightsmay limit how you use the material.

























