Pengaruh Lama Penyimpanan Olahan Pekasam Daging Kerbau terhadap Kualitas Kimia

Authors

  • Roihan Ramdhani Program Studi Peternakan, Fakultas FMIPA, Universitas Negeri Padang, Indonesia
  • Refika Komala Program Studi Peternakan, Fakultas FMIPA, Universitas Negeri Padang, Indonesia
  • Rini Elisia Program Studi Peternakan, Fakultas FMIPA, Universitas Negeri Padang, Indonesia
  • Maiyontoni Maiyontoni Program Studi Peternakan, Fakultas FMIPA, Universitas Negeri Padang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jim.v5i1.1832

Keywords:

Pekasam, daging kerbau, lama penyimpanan, kualitas kimia, fermentasi

Abstract

Pekasam merupakan salah satu produk fermentasi tradisional yang diolah menggunakan bahan ikan maupun daging dengan penambahan garam dan sumber karbohidrat. Di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, masyarakat setempat mengolah pekasam menggunakan daging kerbau sebagai salah satu bentuk kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap kualitas kimia pekasam daging kerbau, khususnya kandungan protein, lemak, dan serat kasar. Studi ini dilaksanakan pada bulan Juni dua ribu dua puluh lima memakai tata cara Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat lima pengaturan lama penyimpanan yang diterapkan yaitu nol hari (P0), tujuh hari (P1), empat belas hari (P2), dua puluh satu hari (P3), serta dua puluh delapan hari (P4), tiap pengaturan itu dicoba tiga kali. Hal-hal yang diperiksa dalam kajian ini mencakup kandungan protein, lemak, dan serat kasar dari hasil fermentasi daging kerbau. Pengolahan informasi dilaksanakan lewat penggunaan analisis variansi (ANOVA), dan jika ada perbedaan yang berarti, dilanjutkan dengan tes Duncan. Dari hasil pengamatan riset ini, terlihat kalau lama penyimpanan membawa pengaruh yang penting (P0,05) terhadap kadar serat kasar. Kandungan protein mengalami penurunan dari 22,73% (P0) menjadi 19,23% (P4), sedangkan kadar lemak meningkat dari 3,30% (P0) menjadi 5,78% (P4). Kadar serat kasar relatif stabil pada kisaran 0,61–0,92%. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bahwa penyimpanan pekasam daging kerbau sebaiknya tidak melebihi 14 hari agar mutu gizi tetap terjaga.

References

[AOAC]. (2005). Official Method of Analysis of The Association of Official Analytical of Chemist. Association of Official Analytical Chemist, Inc.

Aditia, R. D. (2014). Perbandingn mutu minyak ikan kasar yang diekstrak dari berbagai jenis ikan yang berbeda. pengolahan dan bioteknologi hasil perikanan. . Jurnal Undip, 3(3), 55-60.

Andika, S. (2018). Pengaruh penambahan cairan sauerkraut dan lama fermentasi terhadap mutu bekasam instan ikan mujair (Oreochromis mossambicus). [Skripsi]. Medan: Universitas Sumatera Utara. [Skripsi]. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Antoni, H. (2016). Fermentasi spontan bekasam ikan nila (Oreochromis niloticus) menggunakan kerak nasi kering. . [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor.

Aprianti, D. (2011). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Picung (Pangium edule Reinw.) dan Pengaruhnya terhadap Stabilitas Fisiko Kimia, Mikrobiologi dan Sensori Ikan Kembung (Rastrelliger neglectus).

Arumaningtyas, E. l. (2014). Identification and Characterization of Drought Stress Protein on Soybean (Glycine max L Merr). Journal of Pharmaceutical., 5(789).

Astawan, M. (2020). Sehat dengan Rempah dan Bumbu Dapur.

Atmojo, Y. (2016). Pengaruh Penggunaan Berbagai Konsentrasi Ekstrak Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K. Schum) terhadap Daya Awet Daging Ayam Broiler.

Cakrawati, M. d. (2012). Bahan Pangan Gizi Dan Alfabeta. Bandung.

Desniar*, I. S. (2023). PERUBAHAN KIMIAWI DAN MIKROBIOLOGIS SELAMA FERMENTASI BEKASAM IKAN NILA MENGGUNAKAN

STARTER TUNGGAL DAN CAMPURAN. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/377320730.

E., M. (2011). Efektivitas Biji Kluwek (Pangium edule Reinw.) sebagai Bahan Pengawet Alami terhadap Beberapa Sifat Mutu dan Masa Simpan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis).

Eirini Dimidi, S. R. (2019). Fermented Foods: Definitions and Characteristics, Impact on the Gut Microbiota and Effects on Gastrointestinal Health and Disease.Retrievedfromhttps://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6723656/pdf/nutrients-11-01806.pdf

Fajri, M. R. (2015). Analisis Kadar Protein Kasar dan Serat Kasar Wafer Limbah Jerami Klobot dan Daun Jagung Selama Masa Penyimpanan. . Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar.

Fausiah, A. &. (2019). Karakteristik Kualitas Kimia Daging Sapi Bali Di Pasar Tradisional. GROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian, 3(1), 8. Retrieved from https://doi.org/10.35329/agrovital.v3i1.213

Fauziyah, A. (2018). Karakteristik Kualitas Kimia Daging Sapi Bali di Pasar Tradisional. . Jurnal Pertanian Ilmu Pertanian Universitas Al Asyariah Mandar.

Hamza, I. S. (2009). Study the Antimicrobial Activity of Lemon Grass Leaf Extracts.

Haryadi, N. d. (2013). Nilai pH dan jumlah bakteri asam laktat kefir susukambing setelah difermentasi dengan penambahan gula dengan lama inkubasi yang berbeda.

Hastanto. (2015). Analisis Kelayakan Pengembangan Agrobisnis Abon Jantung Pisang (Musa acuminate balbisiana Colla.) dengan Penambahan Keluwih (Artocarpus camansi). Skripsi. Jember: Universitas. Retrieved from https://tinyurl.com/y7xfjcrd

Herlistyani, E. (2015). Lipase bakteri asam laktat asal bekasam pendegradasi lipid pada susu sapi. . [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor.

Hermanto, S. M. (2010). Analisis Tingkat Kerusakan Lemak Nabati dan Lemak Hewani Akibat Proses Pemanasan. Jurnal Kimia Valensi, 1(6), pp. 262-268.

Hidayati, L. C. (2012). Evaluasi Mutu Organoleptik Bekasam Ikan Wader.

Husni, E. A. (2007). Pengawetan Ikan Segar dengan Menggunakan Biji Buah Kepayang (Pangium edule Reinw) dan Analisa secara Kualitatif.

Irianto, K. (2013). Mikrobiologi Medis (Medical Microbiology).

Jahidin, J. P. (2011). Aspek Mikrobiologi Dendeng Asap Dengan Daging Yang Berbeda Pada Pengasapan Tempurung Kelapa. Vol. XVII.No 1.

Juárez, M. N.-C. (2011). Beef Texture and Juiciness. 10.1201/b11479-13.

Jusniati, P. d. (2017). Pembuatan Abon Dari Jantung Pisang (Musa paradisiaca)

dengan Penambahan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis). Jurnal Pendidikan Teknologi

Pertanian., 3(2017): 58-66. Retrieved from https://tinyurl.com/y72nr4ty

Kiran., N. d. (2015). Buffalo meat quality composition and processing charactheristic: contribution to the global economy and nutritional security. Fronties 4(4):18-24.

Kurniati, N. M. (2015). Optimization of production of protease by Lactobacillus plantarum SK(5) from Bekasam with Reponse Surface Mrthodology. Pakistan Journal of Biotecnology, 12(2), 123-130 .

Kusmarwati, A. &. (2008). Daya hambat ekstrak bahan aktif biji picung (Pangium edule Reinw.) terhadap pertumbuhan bakteri penghasil histamin.

Kusumarwati. (2008). The Examination of Staphylococcus aureus on Traditionally Processed Fish Product in Bangka Regency.

Lubis, Z. (2010). Hidup Sehat dengan Makanan Kaya Serat. IPB Press., 6- 9.

Maharani, M. M. (2021). Pengaruh jenis ragi, massa ragi dan waktu fermentasi pada pembuatan bioetanol dari limbah biji durian. Jurnal Redoks., 6(1), 57-65.

Makagansa C., M. C. (2015). The antibacterial activity of pangi kernel extract (Pangium edule Reinw) towards Staphylococcus Aureus, Bacillus Cereus, Pseudomonas Aeruginosa and Escherichia Coli In Vitro. (J. I. 16-25., Ed.)

Muflih, A. S. (2017). Pengaruh Penggorengan Terhadap Pengolahan Abon Ikan Betok (Anabes Tesidineus). Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian., 3(3017): 52-59.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Ramdhani, R., Komala, R., Elisia, R., & Maiyontoni, M. (2026). Pengaruh Lama Penyimpanan Olahan Pekasam Daging Kerbau terhadap Kualitas Kimia. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 5(1), 496–506. https://doi.org/10.38035/jim.v5i1.1832