Uji Validitas, Reliabilitas dan Korelasi Alat Ukur Pash Brain terhadap Fungsi Eksekutif Otak pada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok Tahun 2025

Authors

  • Aryanthi Marwathi Putri Hadji Djafar Program Studi Kedokteran, Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jakarta, Indonesia
  • Taufiq Fredrik Pasiak Program Studi Kedokteran, Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jakarta, Indonesia
  • Karina Universitas Pembangunan Nasional Veteran, JakartaProgram Studi Kedokteran, Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jakarta, Indonesia
  • Melly Kristanti Program Studi Kedokteran, Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jim.v5i1.1830

Keywords:

Fungsi Eksekutif Otak, PASH BRAIN, ASN, Validitas, Reliabilitas, Korelasi

Abstract

Fungsi eksekutif otak berperan penting dalam pengambilan keputusan, perencanaan, serta pengelolaan emosi. Penelitian ini berfokus pada analisis validitas, reliabilitas, dan korelasi alat ukur Psychological Assessment of Spiritual Health and Brain Function Screening (PASH BRAIN) terhadap fungsi eksekutif otak pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok. Pengukuran fungsi eksekutif otak dalam hal pekerjaan penting untuk memahami kinerja kognitif ASN yang memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan dan orientasi jangka panjang. Tujuan: Studi ini dimaksudkan guna mengkaji validitas dan reliabilitas alat ukur PASH BRAIN serta mengkaji korelasi antara dimensi Fungsi Eksekutif Konvensional (FEK) dan Fungsi Eksekutif Transendental (FET) terhadap kinerja fungsi eksekutif otak ASN. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain survei potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian terdiri dari 50 Aparatur Sipil Negara di Kantor Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data mempergunakan angket kuesioner PASH BRAIN yang mengukur kedua dimensi fungsi eksekutif. Hasil: Hasil uji validitas mendapati bahwasanya keseluruhan item pada alat ukur PASH BRAIN memiliki korelasi yang signifikan dengan nilai r-hitung melebihi r-tabel pada kedua dimensi FEK dan FET. Uji reliabilitas mempergunakan cronbach's alpha mendapati hasil yang sangat baik dengan nilai tertinggi mencapai 0,932, mengindikasikan konsistensi internal yang tinggi. Selain itu, uji korelasi antara FEK dan FET menunjukkan hubungan positif yang kuat (r = 0,712), dengan hasil uji hipotesis yang signifikan secara statistik (t-hitung = 7,025 > t-tabel = 2,009), dan koefisien determinasi sebesar 50,7%, yang mengindikasikan bahwa sekitar setengah dari variasi performa fungsi eksekutif dapat dijelaskan oleh keterkaitan antara kedua dimensi tersebut. Kesimpulan: Alat ukur PASH BRAIN terbukti valid dan reliabel dalam mengukur fungsi eksekutif otak pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok. Dimensi Fungsi Eksekutif Konvensional (FEK) dan Fungsi Eksekutif Transendental (FET) menunjukkan korelasi yang signifikan dan saling terkait dalam mempengaruhi kinerja fungsi eksekutif otak. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan instrumen penilaian fungsi eksekutif otak untuk populasi ASN, serta memperkaya pemahaman tentang hubungan antara kedua dimensi fungsi eksekutif ini dalam hal pekerjaan.

References

Arnsten, A. F. T. (2009). Stress signalling pathways that impair prefrontal cortex structure and function. Nature Reviews Neuroscience, 10(6), 410–422. https://doi.org/10.1038/nrn2648

Braun, H. I., Jackson, D. N., & Wiley, D. E. (2001). The Role of Constructs in Psychological and Educational Measurement. Taylor & Francis. https://books.google.com.cu/books?id=Nc7Ce8zOwJIC

Braver, T. S., Krug, M. K., & Chiew, K. S. (2014). Mechanisms of motivation–cognition interaction: challenges and opportunities. Cogn Affect Behav Neurosci., 14(2), 443–472. https://doi.org/10.3758/s13415-014-0300-0.Mechanisms

Burkley, E. (2010). An Item Response Theory Analysis Of The Self- Monitoring Scale. Applied Multivariate Research, 13(2), 129–144.

Creswell, J. W. (2009). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. In Microbe Magazine. London:SAGE Publications, Inc. https://doi.org/10.1128/microbe.4.485.1

Cristofori, I., Cohen-Zimerman, S., & Grafman, J. (2019). Executive functions. In Handbook of Clinical Neurology (1st ed., Vol. 163). Elsevier B.V. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-804281-6.00011-2

Dodd-McCue, D., & Tartaglia, A. (2010). Self-report Response Bias: Learning How to Live with Its Diagnosis in Chaplaincy Research. Chaplaincy Today, 26(1), 2–8. https://doi.org/10.1080/10999183.2010.10767394

Furr, R. M. (2011). Scale Construction and Psychometrics. SAGE Publications Ltd.

Fuster, J. M. (2002). Frontal lobe and cognitive development. Journal of Neurocytology, 31(2002), 373–385.

Ghasemi, A., & Zahediasl, S. (2012). Normality Tests for Statistical Analysis: A Guide for Non-Statisticians. Int J Endocrinol Metab, 10(2), 486–489. https://doi.org/10.5812/ijem.3505

Hair, J. F., et al. (2017). A Primer on Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Sage, 165.

Huang, J. L., & Bowling, N. A. (2014). Detecting Insufficient Effort Responding with an Infrequency Scale : Evaluating Validity and Participant Reactions. J Bus Psychol, 1(1), 1–13. https://doi.org/10.1007/s10869-014-9357-6

Jumah, F. R., & Dossani, R. H. (2024). Neuroanatomy, Cingulate Cortex.

Juniarsih, Pasiak, T. F., & Wangko, S. (2015). Hubungan Kinerja Otak Dengan Spiritualitas Manusia Diukur Dengan Menggunakan Indonesia Spiritual Health Assessment Pada Pegawai Pemda Kabupaten Halteng Provinsi Maluku Utara. Jurnal E-Biomedik, 3(3), 694–701.

Lanciego, J. L., Luquin, N., & Obeso, J. A. (2012). Functional neuroanatomy of the basal ganglia. Cold Spring Harbor Perspectives in Medicine, 2(12), 1–20. https://doi.org/10.1101/cshperspect.a009621

Mcardle, J., & Woodcock, R. (1997). Expanding Test–Retest Designs to Include Developmental Time-Lag Components. Psychological Methods, 2(1), 403–435. https://doi.org/10.1037/1082-989X.2.4.403

Meade, A., & Craig, B. (2012). Identifying Careless Responses in Survey Data. Psychological Methods, 17(1), 437–455. https://doi.org/10.1037/a0028085

Miller, L., Bansal, R., Wickramaratne, P., Hao, X., Tenke, C. E., Weissman, M. M., & Peterson, B. S. (2014). Neuroanatomical Correlates of Religiosity and Spirituality: A Study in Adults at High and Low Familial Risk for Depression. JAMA Psychiatry., 17(2), 128–135. https://doi.org/10.1001/jamapsychiatry.2013.3067.Neuroanatomical

Mohandas, E. (2008). Neurobiology of spirituality. Mens Sana Monographs, 6(1), 63–80. https://doi.org/10.4103/0973-1229.33001

Pakaya, P., Pasiak, T. F., & Kalangi, S. J. R. (2017). Hubungan kinerja otak dan spiritualitas manusia diukur dengan Indonesia Spiritual Health Assessment pada tokoh agama Islam di Kabupaten Bolaang Mongondow. Jurnal E-Biomedik, 5(1), 1–6. https://doi.org/10.35790/ebm.5.1.2017.15889

Pasiak, T. F. (2020). Otak dan Kota, Kecerdasan Biofilia—Tuhan, Alam, dan Manusia. Bogor: Avi Book.

Pasiak, T. F. (2023). Neurosains Spiritual: Hubungan Manusia, Alam, dan Tuhan. In Neurosains Spiritual: Hubungan Manusia, Alam, dan Tuhan. https://doi.org/10.55981/brin.594

Pasiak, T. F. (2024). Petunjuk Skoring dan Penilaian PASH BRAIN. Bogor: Avi Book.

Patel, A., Biso, G. M. N. R., & Fowler, J. B. (2024). Neuroanatomy, Temporal Lobe.

Rachmatika, D., Wongkar, D., & Pasiak, T. (2014). Hubungan Kinerja Otak Dengan Spiritualitas Diukur Menggunakan Indonesia Spiritual Health Assessment Pada Guru Sma Di Tidore. Jurnal E-Biomedik, 2(3), 1–5. https://doi.org/10.35790/ebm.2.3.2014.6040

Razali, N. M., & Wah, Y. B. (2011). Power comparisons of Shapiro-Wilk , Kolmogorov-Smirnov , Lilliefors and Anderson-Darling tests. Journal of Statistical Modeling and Analytics, 2(1), 21–33.

Safitri, A. E., & Gilang, A. (2020). Pengaruh Stres Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada. Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi Dan Akuntansi), 4(1), 216–226.

Sekaran, U., & Bougie, R. (2020). Research Methods for Business A Skill-Building Approach : Seventh Edition. United Kingdom:John Wiley & Sons Ltd.

Steger, M. F., Frazier, P., & Kaler, M. (2006). The Meaning in Life Questionnaire : Assessing the Presence of and Search for Meaning in Life. Journal of Counseling Psychology, 53(1), 80–93. https://doi.org/10.1037/0022-0167.53.1.80

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan Kualitatif Kombinasi, R dan D, dan Penelitian Pendidikan. Alfabeta.

Utami, P., Wahyuni, I., & Ekawati. (2017). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Stres Kerja Dan Pengendalian Stres Kerja Pada Tenaga Kerja Di Bagian Cargo Pt. Angkasa Pura Logistik Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 5(5), 311–317.

Vijver, van de, & Leung, K. (2021). Methods and Data Analysis for Cross-Cultural Research. In F. J. R. van de Vijver, K. Leung, V. H. Fetvadjiev, J. He, & J. R. J. Fontaine (Eds.), Methods and Data Analysis for Cross-Cultural Research (2nd ed., pp. i–iii). Cambridge University Press. https://www.cambridge.org/core/product/A0DC3F78BA954057B092A858D1F583DE

Welang, A., Pasiak, T., & Wongkars, D. (2018). Gambaran Kinerja Otak Pada Adiksi Game Online Dengan Menggunakan Isntrumen Isha. Jurnal Medik Dan Rehabilitasi, 1(2), 1–5.

Wong-riley, M. (2010). Energy metabolism of the visual system. Eye and Brain, 9(1), 99–116.

Yastab, R. A., Pasiak, T., & Wangko, S. (2014). Hubungan Kinerja Otak Dan Spiritualitas Manusia Diukur Dengan Menggunakan Indonesia Spiritual Health Assessment Pada Pemuka Agama Di Kabupaten Halmahera Tengah. Jurnal E-Biomedik, 2(2), 419–425. https://doi.org/10.35790/ebm.2.2.2014.4700

Young, C. B., Reddy, V., & Sonne, J. (2024). Neuroanatomy, Basal Ganglia.

Downloads

Published

2026-04-22

How to Cite

Putri Hadji Djafar, A. M., Pasiak, T. F., Karina, & Kristanti, M. (2026). Uji Validitas, Reliabilitas dan Korelasi Alat Ukur Pash Brain terhadap Fungsi Eksekutif Otak pada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok Tahun 2025. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 5(1), 303–317. https://doi.org/10.38035/jim.v5i1.1830