Evaluasi Ketepatan Pengkodean Diagnosis pada Rekam Medis Elektronik Rawat Inap dalam Mendukung Proses Klaim BPJS Kesehatan di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

Authors

  • Citra Mayang Sari Politeknik Piksi Ganesha, Bandung, Indonesia
  • Diansyah Diansyah Politeknik Piksi Ganesha, Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jpmpt.v4i3.2303

Keywords:

Kodifikasi, RME, Pending Klaim, BPJS

Abstract

Pengkodean diagnosis pada Rekam Medis Elektronik (RME) berperan penting dalam proses klaim BPJS Kesehatan. Penelitian terapan ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan pengkodean diagnosis pada RME dalam proses klaim BPJS rawat inap di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengkodean diagnosis telah mengacu pada ICD-10 dan ICD-9-CM, namun pending klaim masih terjadi akibat ketidaktepatan kodifikasi dan ketidaklengkapan informasi klinis, terutama pada kasus dengan dokumentasi medis yang kompleks. Pada bulan April terdapat 4.926 pending klaim dan pada bulan Mei sebanyak 4.779 pending klaim. Disimpulkan bahwa kelengkapan dokumentasi medis, spesifikasi diagnosis, hasil pemeriksaan penunjang, serta koordinasi antara DPJP dan petugas coding memengaruhi ketepatan pengkodean diagnosis. Disarankan agar dilakukan evaluasi berkala dan penguatan koordinasi diperlukan untuk mendukung ketepatan pengkodean serta mengurangi pending klaim.

References

Amalia, R., Lestari, S., Ferdianto, A., Akbar, P. S., & Fardilan, N. (2023). Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, 6(2). https://doi.org/10.31983/jrmik.v6i2.10633

Data Audit Pending Klaim RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung 2026

Data INA-CBG’s RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung 2026

Data Klaim Rawat Inap BPJS RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung 2026

Dehvy. N, L, P., & Widana A. A. G. O. (2019). Analisis Kelengkapan Rekam Medis Rawat Inap Rumah Sakit Ganesha Di Kota Gianyar Tahun 2019. Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, 2(2). https://doi.org/10.31983/jrmik.v2i2.5353

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Nabila, S. F., Santi, M. W., Tabrani, Y., & Deharja, A. (2020). Analisis Faktor Penyebab Pending Klaim Akibat Koding Berkas Rekam Medis Pasien Rawat Inap di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, 1(4), 519–528. https://doi.org/10.25047/j-remi.v1i4.2157

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2024.

Putri AF, Novratilova S. Analisis faktor penyebab pending klaim BPJS rawat inap di Rumah Sakit Mardi Waluyo Lampung. Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia. 2025;3(4):244-270.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif (Edisi ke-3). Bandung: Alfabeta.

Susilawati WD, Hasanah U, Putra RPA, Halid M, Ikhwan, Susilo BBB, et al. Hubungan kelengkapan informasi klinis dengan ketepatan kode diagnosis berdasarkan ICD-10 pada kasus fracture. J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan. 2023;4(4):196-202.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Yulianti MS, Urrahmah H. Analisis kelengkapan resume medis dan akurasi koding terhadap ketepatan klaim BPJS di RSUD Provinsi NTB tahun 2024. JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa. 2025;4(1).

Published

2026-09-05