Meningkatkan Kapasitas Literasi Digital pada Komunitas Pengajian Ibu-Ibu Masjid Al Ridwan Jati Padang

Authors

  • Selamat Ginting Universitas Nasional, Jakarta, Indonesia
  • Nuriyati Samatan Universitas Nasional, Jakarta, Indonesia
  • Nursatyo Nursatyo Universitas Nasional, Jakarta, Indonesia
  • Tantri Relatami Universitas Nasional, Jakarta, Indonesia
  • Irfan Fauzi Universitas Nasional, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jpmpt.v4i1.1926

Keywords:

Kapasitas, Literasi Digital, Masjid Al Ridwan, Jati Padang

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang Literasi Digital Ibu-Ibu Pengajian Masjid Al Ridwan Jati Padang. Teori yang digunakan adalah Teori Literasi Media James Potter, dengan tiga asumsi utama: Personal Locus;Knowledge Structures, Skils.

Metode yang dilakukan dalam Pengabdian Masyarakat, dilakukan dengan beberapa langkah, yakni: Observasi; pendekatan kepada Ibu Ibu Pengajian; intensitas komunikasi kepada pengurus DKM Masjid Al Ridwan; membuat Proposal dan mengajukan ke Universitas Nasional; intensitas komunikasi dan mengikuti berbagai kegiatan yang dilakukan Ibu Ibu Pengajian Masjid Al Ridwan; mengajukan proposal Pengabdian Masyarakat; menyepakati waktu untuk melakukan edukasi literasi digital; dan pelaksanaan literasi digital.

Hasil Pengabdian Masyarakat ini menunjukkan, bahwa Ibu Ibu Pengajian memiliki personal locus masing-masing, Ibu Ibu yang telah agak sepuh, smartphone digunakan untuk menghubungi keluarga; pada Ibu Ibu yang masih agak muda, menggunakan smartphone untuk berbagai kegiatan: mendapatkan informasi, berjejaring sosial dan melakukan koordinasi dan berbagai keperluan lainnya; analisis berdasarkan Knowledge Structures, ditemukan bahwa struktur pengetahuan Ibu Ibu bervariasi, berdasarkan Tingkat Pendidikan mereka, dan memengaruhi aktivitas mereka dalam menggunakan smartphone dan juga mencari informasi. Analisis berdasarkan Skills atau Kemampuan. Kemampuan Ibu Ibu dalam literasi media, secara umum berada pada kemampuan: Analisis, Evaluasi dan Pengelompokkan, sementara beberapa Ibu Ibu memiliki kemampuan Induksi, Deduksi, Sintesis dan Abstraksi.

References

Glister, Paul. (1997). Digital Literacy. New York: Willey.

Asnafiyah. (2008). Kelompok Keagamaan dan Perubahan Sosial (Studi Kasus Pengajian Ibu-Ibu Perumahan Purwomartani), Aplikasia, Jurnal Aplikasi llmu-ilmu Agama, Vol. IX, No. 1 Juni, pp. 1-16

Narator.com. (2025). 10 Media Sosial Terpopuler di Indonesia 2025, diakses pada 12 September 2025, melalui: https://narator.co/data/10-media-sosial-terpopuler-di-indonesia-2025/#

Samatan, Nuriyati. (2018). Riset Komunikasi II. Jakarta: Penerbit Gunadarma.

Subekti, Komarudin & Toni, Ahmad. (2021). Fungsi Komunikasi dalam Organisasi Melalui Grup percakapan WhatsApp Civitas Academica Fakultas Psikologi Universitas Pancasila, Ekspresi dan Persepsi : Jurnal Ilmu Komunikasi, Vol. 4, No.1, pp. 90-105.

Suara.com. (2024). Berapa Jumlah Maksimal Anggota Grup WhatsApp di Tahun 2024?, diakses dari: Suara.com, pada 10 September 2025, melalui: https://www.suara.com/tekno/2024/08/23/201209/berapa-jumlah-maksimal-anggota-grup-whatsapp-di-tahun-2024

Nurfadhillah, Rakhel Fasya & Barokah, Tubagus Novalul. (2025). Fenomenologi Komunikasi Dalam Pengajian Perempuan: Studi Pada Komunitas Ibu-Ibu Yayasan Amal Mulia Jabal Rahmah, Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier, Vol. 9(8), pp. 302-311.

Kompas.com. (2023). Apa Saja yang Terjadi di Internet Setiap 1 Menit? Diakses pada 13 September 2025, melalui: https://tekno.kompas.com/read/2023/04/25/07000077/apa-saja-yang-terjadi-di-internet-setiap-1-menit

Potter, W. James. (2016). Media Literacy, Los Angeles: SAGE.

Published

2026-03-03