Edukasi Pengasuhan Asah, Asih, dan Asuh, Five Love Languages, serta Energi Mental

Authors

  • Yuarini Wahyu Pertiwi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia
  • Aldi Riyanto Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia
  • Dinda Restiana Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia
  • Muhammad Dayyan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia
  • Mutiara Salsadila Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia
  • Nadia Rohimah Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia
  • Niken Bela Enggarani Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia
  • Shenny Maharani Putri Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia
  • Wiji Aulia Fatihah Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia
  • Zahra Bela Eka Putriana Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jpmpt.v4i1.1873

Keywords:

Pengabdian Masyarakat, Pengasuhan Keluarga, Asah Asih Asuh, Energi Mental, Five Love Languages

Abstract

Edukasi Pengasuhan Asah, Asih, dan Asuh, Five Love Languages, serta Literasi Energi Mental. Perubahan sosial dan ekonomi berdampak pada pola pengasuhan keluarga, khususnya terkait kualitas relasi emosional, kesehatan mental orang tua, dan komunikasi afektif dalam keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan edukasi pengasuhan terpadu yang mengintegrasikan konsep asah, asih, dan asuh, pendekatan Five Love Languages, serta literasi energi mental berbasis metafora baterai. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukasi partisipatif di Desa Sukabudi, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, dengan sasaran orang tua dan individu dewasa yang memiliki peran dalam pengasuhan keluarga. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi interaktif, diskusi kelompok, serta refleksi individu berbasis pengalaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan psikoedukasi berbasis media visual dan refleksi kontekstual membantu peserta memahami pengasuhan secara lebih holistik, meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya keseimbangan peran asah, asih, dan asuh, serta mendorong pengelolaan kapasitas emosional diri dalam pengasuhan. Edukasi ini juga memperkuat pemahaman peserta mengenai variasi ekspresi kasih sayang dalam keluarga. Kegiatan disimpulkan relevan sebagai pendekatan promotif dan preventif dalam penguatan pengasuhan keluarga dan kesehatan mental masyarakat.

References

Ainsworth, Mary Dinsmore Salter. (1989). Attachments beyond infancy. American Psychologist, 44(4), 709–716. https://doi.org/10.1037/0003-066X.44.4.709

Bornstein, Marc H. (2019). Parenting and child development. Routledge. https://psycnet.apa.org/record/2019-10600-000

Bowlby, John. (2018). Attachment and loss: Vol. 1. Attachment. Basic Books. https://www.basicbooks.com/titles/john-bowlby/attachment-and-loss/9780465095888/

Bringle, Robert G., & Hatcher, Julie A. (2011). International service learning. New Directions for Higher Education, 2011(165), 3–14. https://doi.org/10.1002/he.400

Chapman, Gary. (2016). The five love languages: How to express heartfelt commitment to your mate. Northfield Publishing. https://www.5lovelanguages.com/store/the-5-love-languages

Dayita, Hutahaean, Pertiwi. (2021). Pelatihan objektivitas dan pentingnya learning dalam pengasuhan orang tua terhadap anak. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(4). https://www.neliti.com/publications/486996

Dayita, Hutahaean, & Pertiwi. (2021). Physical touch dan words of affirmation sebagai bahasa cinta orang tua terhadap anak. Jurnal Pengabdian Psikologi. https://www.researchgate.net/publication/357176853

Dewantara, Ki Hadjar. (2013). Pendidikan. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa. https://pustaka.kemdikbud.go.id/

Ikmar. (2022). Literasi kesehatan mental dan dampaknya pada kesehatan jiwa masyarakat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1510

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2023). Laporan kekerasan terhadap anak di Indonesia. https://kemenpppa.go.id/

Knowles, Malcolm Shepherd, Holton, Elwood F., & Swanson, Richard A. (2015). The adult learner. Routledge. https://www.routledge.com/The-Adult-Learner/Knowles-Holton-Swanson/p/book/9781138075700

McNall, Miles, Reed, Christopher S., Brown, Rachael, & Allen, Alison. (2015). Brokering community–university engagement. Innovative Higher Education, 40(4), 317–331. https://doi.org/10.1007/s10755-015-9316-4

Mostova, Olga, Stolarski, Maciej, & Matthews, Gerald. (2022). Responding to partner’s love language preferences boosts relationship satisfaction. PLOS ONE, 17(6), e0269429. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0269429

Pertiwi, Fitriani. (2025). Asah, asih, asuh as a parenting framework: Development of a psychological instrument. Jurnal Psikologi Keluarga, 5(2), 45–58. https://languar.net/index.php/INJOSEDU/article/view/405

Pertiwi, Muminin. (2020). Parenting, Islamic morals and obedience. Jurnal Psikologi Islam, 6(1). https://www.researchgate.net/publication/341799933

Ryan, Richard M., & Deci, Edward L. (2017). Self-determination theory. Guilford Press. https://www.guilford.com/books/Self-Determination-Theory/Ryan-Deci/9781462528769

Simbolon, Pertiwi, Fitriani. (2023). Pengasuhan sebagai prediktor perilaku menyimpang pada remaja. Jurnal Khidmat Sosial, 4(2). https://jurnal.umj.ac.id/index.php/khidmatsosial/article/view/19912

Sitomurang, Pertiwi. (2023). Peran pengasuhan terhadap kepatuhan pada anggota polisi satuan Sabhara di Polres X. Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora, 1(4). https://ifrelresearch.org/index.php/jipsoshum-widyakarya/article/view/1694

World Health Organization. (2022). Mental health: Strengthening our response. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-strengthening-our-response

Published

2026-02-04